PejuangKantoran.com - Bekerja sebagai pramugarai di maskapai penerbangan yang mapan, punya gaji yang tinggi, selalu berpenampilan cantik dan rapi, bisa terbang ke luar kota dan ke luar negeri gratis, boleh dibilang menjadi impian banyak perempuan muda.
Itulah yang mungkin juga menjadi harapan Khairun Nisa (23), perempuan asal Palembang yang menyamar sebagai pramugari Batik Air. Nisya, panggilannya, ikut dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta (ID 70-508), Selasa (6/1/2026).
Nisya tercatat sebagai penumpang yang sah, yang dapat dibuktikan dengan boarding pass resmi. Namun, saat itu Nisa memakai seragam awak kabin Batik Air, lengkap dengan atribut, perlengkapan, dan aksesori maskapai penerbangan tersebut.
Baca Juga: Arya Saloka Harus Turunkan Berat Badan 14 Kilogram demi Peran Zar di Series Algojo
Penumpang akan mengira Nisya adalah salah satu pramugari Batik Air. Tetapi tidak begitu dengan awak kabin yang asli.
"Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan," jelas Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Awak kabin sempat menegur Nisya mengenai pakaiannya yang menyerupai pramugari maskapai tersebut. Sebab, pakaian Nisya memiliki warna corak rok pramugari Batik Air yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Grup.
Setelah pesawat mendarat dengan selamat, kru Batik Air pun melaporkan kejanggalan tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security). Kecurigaan akan kehadiran pramugari gadungan muncul dari sini.
Menurut Danang, awak kabin yang bertugas pada penerbangan tersebut membawa Nisya ke Polresta Bandara Soetta untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini sudah sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (SOP).
Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian. Ia lantas melaporkannya pada Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026 sekitar pukul 22.00.
Baca Juga: Pengguna Instagram Diimbau untuk Mengabaikan Email Berisi Permintaan Reset Password
"Piket Satreskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya satu orang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam maskapai Batik Air pada saat melakukan penerbangan Pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK) pukul 18.20 WIB," jelas Ipda Septian dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Nisya berikan klarifikasi
Danang lalu menegaskan, Nisya bukan awak kabin, karyawan maupun perwakilan resmi Batik Air. Seluruh atribut, perlengkapan, maupun aksesori yang digunakan oleh Nisya bukan merupakan pembagian, inventaris, ataupun perlengkapan resmi Batik Air.
Bahkan, atribut tersebut (yang dipakai Nisya) tidak dikeluarkan dan tidak didistribusikan oleh Batik Air.