news

Sekolah Mengemudi di Karanganyar Ini Melatih Teknik Mengemudi Driver Bus untuk Bekerja di Jepang

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:55 WIB
Iyus (40), orang Indonesia pertama yang lolos tes mengemudi di Jepang, dan kini dipekerjakan oleh Nikko Kanko Bus Co. di Tokyo melalui visa Specified Skilled Worker. (Asahi.com/Hiroshi Ono)

Modal kerja pekerja Indonesia

Peluang ini terbuka lebar sejak Maret 2024, ketika pemerintah Jepang memasukkan sopir truk, bus, dan taksi asing ke dalam kategori visa specified skilled worker (pekerja terampil khusus).

Artinya, sektor transportasi darat resmi terbuka bagi tenaga kerja luar negeri. Meski begitu, prosesnya tidak instan.

Setelah tiba di Jepang, para pengemudi tetap harus menukar SIM mereka dengan SIM Jepang. Untuk mengangkut penumpang, mereka wajib memperoleh SIM Kelas 2, yaitu izin khusus yang memang disyaratkan bagi sopir bus dan taksi.

Perusahaan seperti Meitetsu Bus sudah mulai merekrut lulusan JIDS. Operator bus yang berbasis di Nagoya ini mempekerjakan tiga orang Indonesia pada Agustus lalu, setelah melakukan wawancara dan tes di Indonesia pada November 2024.

Baca Juga: Gaya Hidup Jalan, Keuangan Tetap Aman: Tips Anak Muda Mengelola Uang di Era Digital 2026

Kepala bagian rekrutmen, Naomi Irie, menyebut keramahan dan keseriusan pekerja Indonesia sebagai alasan utama. Faktor lain yang dianggap penting adalah latar belakang mayoritas Muslim, yang dinilai memberi rasa aman terkait isu konsumsi alkohol.

Tiga pengemudi bus tersebut kini tengah menjalani pelatihan rute langsung dan diperkirakan mulai bekerja penuh pada musim semi.

Menurut KS Global, para peserta Japan Indonesia Driving School yang akan berangkat tahun ini sebagian besar sudah mengantongi tawaran kerja awal dari perusahaan bus di berbagai wilayah Jepang, mulai dari Kanto hingga Kinki dan Chugoku.

Bahkan, permintaan tidak hanya datang dari perusahaan swasta, tetapi juga dari pemerintah daerah yang berupaya menjaga layanan transportasi publik tetap berjalan.

Nah, siapa yang mengira bahwa krisis tenaga kerja Jepang akhirnya bisa terpenuhi dari Karanganyar, Jawa Tengah. Krisis tersebut menjadi peluang dan harapan buat masyarakat Indonesia untuk bekerja di Jepang.

Halaman:

Tags

Terkini