1. Menjadikan wacana tersebut sebagai bagian dari paket kebijakan yang lebih luas. “Selain penghematan energi melalui WFH, pemerintah juga perlu menunjukkan disiplin anggaran dari sisi internal birokrasi," saran Yusuf.
2. Meninjau kembali berbagai anggaran belanja yang tidak mendesak. Sebagai contoh, efisiensi perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga penghematan tunjangan pejabat tinggi di kementerian dan lembaga.
"Komponen tunjangan kinerja dalam struktur penghasilan pejabat sebenarnya cukup besar, sehingga penyesuaian sementara pada kelompok jabatan tertinggi bisa menjadi sinyal solidaritas fiskal sekaligus membantu mengurangi tekanan anggaran," kata Yusuf.
Baca Juga: Doa Katolik Memohon Pekerjaan: Meminta Perantaraan Santo Yosef Saat Mencari Rezeki
3. Memberikan diskon transportasi umum hingga Rp1. Menurut Bhima, hal ini bisa mengurangi konsumsi BBM kendaraan pribadi.
4. Menormalisasi jalur-jalur sepeda untuk mengubah perilaku masyarakat urban. Dengan demikian masyarakat tetap merasa nyaman meski tidak menggunakan kendaraan pribadi.
5. Meluncurkan stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan konsumsi rumah tangga bisa dijaga. “Solusinya memang menggeser alokasi anggaran yang belum prioritas," ujar Bhima.
Saat memaparkan strategi penghematan BBM di Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jumat (13/3/2026) lalu, Presiden Prabowo bahkan memberikan contoh kebijakan yang dilakukan Pakistan.
Banyak dari kebijakan Pakistan tersebut yang diberlakukan untuk anggota cabinet dan anggota DPR. Dari pembatasan penggunaan kendaraan pemerintah, pemotongan gaji, hingga pengurangan kunjungan kerja.