news

Ini Perkiraan Pembukaan Rekrutmen CPNS 2026, MenpanRB: Harus Dilihat Kebutuhan dan Kompetensinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 13:12 WIB
Ilustrasi: Pembukaan rekrutmen CPNS 2026 harus tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran dari Kementerian Keuangan. (Instagram @cpnsindonesia.id)

PejuangKantoran.com - Siapa yang lagi nunggu-nunggu pembukaan rekrutmen CPNS? Penambahan pegawai ASN memang sangat dibutuhkan, karena setiap tahun ada sekitar 160.000 pegawai ASN yang memasuki masa pensiun.

Tanda-tanda dibukanya rekrutmen CPNS itu juga sudah diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau MenPAN-RB, Rini Widyantini.

Hanya saja, seberapa besar kebutuhan formasi pegawai masih dalam tahap persiapan. KemenPAN-RB menegaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan formasi CPNS 2026.

Baca Juga: Gimana Cara Berkembang di Tempat Kerja kalau Atasan Tidak Pernah Memberikan Feedback?

Tentunya, hal ini juga dilihat dari kebutuhan dan kompetensinya.

"Dari situ kita akan lihat lagi kompetensinya apa yang dibutuhkan. Dan nanti ini saya nggak bisa ngarang kan, saya nggak bisa ngarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi pemerintah daerah," jelas Rini, di gedung KemenPAN-RB, Jakarta, Selasa (24/2/2026) lalu.

Mempertimbangkan ketersediaan anggaran

Rini juga mengatakan bahwa kebutuhan rekrutmen CPNS ini juga harus mempertimbangkan anggaran yang sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan.

"Kita sudah mengajukan kepada Menteri Keuangan mengenai kesiapan anggarannya begitu kan. Nggak bisa ujug-ujug kita umumkan, nggak bisa. Harus tahu kompetensinya,"

Terkait ketersediaan anggaran dari Kementerian Keuangan, hal ini sesuai dengan penjelasan dari Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB), Aba Subagja.

Baca Juga: Mulai April 2026, Pembayaran melalui QRIS Sudah Bisa Dipakai di Korea. Lebih Aman dan Praktis!

"Kalau lihat komposisi saat ini, ASN kita sudah 6.500.000-an, dari situ sesungguhnya ada kelebihan stok ASN kita di 2024, karena stok kita ada 1,2 juta. Yang melamar kemarin itu kurang lebih 5 jutaan," ujar Subagja.

Ia mengatakan akan melakukan pemetaan mengenai pos-pos yang membutuhkan tambahan ASN. Yang pasti, layanan publik tidak akan berkurang karena ada ratusan ribu PNS yang pensiun.

Saat ini, jumlah ASN yang ada di pusat hanya sekitar 20%, sedangkan selebihnya yaitu sekitar 70% ASN terpusat di daerah.

Ia berharap agar pemerintah melakukan pemerataan dengan berfokus memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang masih kosong dan bidang kesehatan, yakni tenaga kesehatan.

Halaman:

Tags

Terkini