Baik pamflet maupun petisi yang ditandatangani karyawan tersebut mengutip Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional AS, yang menyatakan "pekerja dilindungi secara hukum ketika mereka memilih untuk berorganisasi untuk peningkatan kondisi kerja."
Protes dari karyawan ini sifatnya lebih terorganisasi, terbukti dengan adanya selebaran yang mengarahkan karyawan untuk menandatangani petisi.
Sementara itu kolega mereka di Inggris sudah memulai upaya pengorganisasian serikat pekerja dengan United Tech and Allied Workers (UTAW), dan merekrut anggota melalui situs web di Leanin.uk.
Baca Juga: Bagaimana Cara Pramugari Gantian Jaga dan Tidur di Penerbangan Internasional Jarak Jauh?
Kampanye ini tergolong kecil kalau dibandingkan dengan jumlah karyawan Meta. Meski begitu, ini jenis masalah internal yang biasanya dihindari oleh Meta.
Aksi protes karyawan yang terakhir kali terdengar dari perusahaan ini adalah ketika terjadi pemogokan tahun 2018 terkait kebijakan pelecehan seksual, yang berakhir dengan perubahan kebijakan, bukan pembalasan.
Kontroversi internal lainnya yang terkait data pelatihan AI juga tidak berjalan mulus. Bulan lalu, pelanggaran keamanan di vendor pelabelan data perusahaan, Mercor, sudah membahayakan sebagian dari alur kerja pelatihan AI. Hal itu menyebabkan beberapa pekerjaan data dibekukan sementara.