LinkedIn berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 5% stafnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Mei 2026 | 11:27 WIB
Ilustrasi: Bisnis LinkedIn boleh saja sedang tumbuh 12%, namun perusahaan ini justru memangkas 5% dari total karyawannya.  (Unsplash/Souvik Banerjee)
Ilustrasi: Bisnis LinkedIn boleh saja sedang tumbuh 12%, namun perusahaan ini justru memangkas 5% dari total karyawannya. (Unsplash/Souvik Banerjee)

PejuangKantoran.com - Dunia kerja lagi nggak baik-baik aja, dan itu terlihat dari perusahaan teknologi yang kayak susul-menyusul melakukan layoff terhadap karyawannya.

Bulan Mei 2026 saja, ada Oracle, Upwork, Coinbase, dan PayPal, yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan hingga ribuan karyawan. Kini, gelombang PHK di LinkedIn dikabarkan juga sedang terjadi. 

Meskipun LinkedIn berada di bawah Microsoft sebagai induk perusahaan, dan bisnisnya sebenarnya sedang tumbuh, mereka tetap memutuskan untuk memangkas sekitar 5% dari total 17.500 karyawan tetapnya (sekitar 900 orang).

Baca Juga: Pengadilan Tiongkok Tegaskan Perusahaan Tidak Boleh Memecat Karyawan Hanya Karena AI Lebih Murah

Langkah ini diambil sebagai bagian dari reorganisasi tim agar perusahaan bisa lebih fokus pada bidang-bidang yang sedang berkembang pesat.

Bukan karena digantikan AI 

Banyak orang mencemaskan AI sebagai penyebab utama badai PHK belakangan ini. Namun, untuk kasus LinkedIn, ordal bilang alasannya bukan karena posisi manusia digantikan AI. LinkedIn justru ingin beroperasi lebih efisien di tengah perubahan industri.

Dalam sebuah memo kepada karyawannya, CEO LinkedIn Daniel Shapero menekankan pentingnya perusahaan untuk memberikan hasil lebih bagi pengguna dan bekerja dengan lebih menguntungkan. Meski kepemimpinan di LinkedIn baru saja berganti, fokus utama mereka tetap tidak berubah.

"Kepemimpinan LinkedIn memang berubah, tetapi misi kami tetap sama: menghubungkan para profesional di dunia agar mereka lebih produktif dan sukses," demikian menurut pernyataan resmi LinkedIn.

Pendapatan naik 12%

Baca Juga: Bos Nvidia Bilang, Biaya Operasional AI Lebih Mahal daripada Membayar Gaji Karyawan

PHK di LinkedIn ini terjadi saat pendapatan LinkedIn justru sedang naik 12% dibanding tahun lalu. Pengguna LinkedIn pun sudah mencapai 1,3 miliar anggota. Bos besar Microsoft, Satya Nadella, bahkan memuji performa LinkedIn dalam laporan keuangan terbaru.

"LinkedIn memiliki 1,3 miliar anggota dan kami melihat kedalaman percakapan yang meningkat. Selain itu juga menjadi saluran penjualan dan periklanan B2B terkemuka bagi bisnis besar maupun kecil," ujar Satya Nadella.

Lalu, kenapa tetap ada PHK di LinkedIn?

Jawabannya adalah untuk efisiensi. Microsoft sedang gencar berinvestasi besar-besaran di infrastruktur AI. Agar dana tetap tersedia, mereka harus memastikan setiap lini bisnisnya berjalan seefektif mungkin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Strait Times, Pymnts.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X