news

Waspada, Penipu Kini Mengandalkan AI untuk Membuat Penipuan Lowongan Kerja Makin Meyakinkan

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:28 WIB
Ilustrasi: Serangan phishing berbasis LLM menghasilkan email yang sangat personal yang merujuk pada detail organisasi tertentu atau gaya komunikasi seseorang. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Penipuan lowongan kerja sekarang ini makin menjadi-jadi setelah adanya kecerdasan buatan (AI). Kalau dulu email penipuan gampang dikenali karena bahasanya yang berantakan atau tata letaknya yang aneh, sekarang AI bikin pesan-pesan tersebut jadi lebih meyakinkan.

Lulusan baru yang berusia 22 hingga 27 tahun tahun ini mungkin termasuk yang paling rentan kena job scam. Sebab kelompok inilah yang menghadapi tingkat pengangguran yang jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja lainnya.

Menurut data dari Federal Reserve Bank of New York, angka pengangguran untuk lulusan baru ini mencapai 5,6% pada bulan Maret, sementara angka rata-rata untuk semua pekerja 4,2%.

Baca Juga: Job Scam Melonjak Hampir 10 Kali Lipat Sejak 2021, Apa yang Diinginkan Para Penipu?

Nah, para penipu sekarang makin sering memanfaatkan agen AI untuk membuat tawaran pekerjaan yang kesannya personal banget, dan menyebarkannya ke ribuan email sekaligus.

Email phishing yang dihasilkan oleh AI sekarang mencapai tingkat klik empat kali lebih tinggi daripada email phishing yang dibuat oleh manusia.

Agen AI ini bisa dengan mudah menemukan apa yang kita posting di media sosial (dengan setting-an public) atau situs pencari kerja. Mereka juga bisa memindai internet untuk melihat hasil karya profesional yang pernah kita tulis.

Semua informasi tambahan itulah yang membuat email penipuan tersebut jadi meyakinkan sekali dan terkesan asli.

Lebih sulit dideteksi

Richard Graham, ahli kejahatan keuangan dari Moody’s, menambahkan bahwa dengan bantuan AI, sekelompok kecil penipu sekarang bisa melakukan aksi penipuan dalam skala yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Tanda-tanda Job Scam yang Harus Diwaspadai, dan Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Tahun 2025 saja, orang-orang yang melapor ke pusat pengaduan kejahatan internet FBI (Internet Crime Complaint Center) melaporkan kerugian hampir $13 juta akibat penipuan lowongan kerja yang melibatkan AI.

Job scam ini memanfaatkan AI, seperti large language models (seperti ChatGPT), voice cloning atau teknologi peniru suara, video deepfake (rekayasa video), hingga agen AI otomatis.

Cara ini dipakai untuk menipu korban dalam jumlah besar dengan tingkat kecanggihan yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Singkatnya, teknologi ini menghilangkan penipuan model lama yang lebih mudah dideteksi dan prosesnya juga lebih lambat.

Meskipun orang sudah sering memanipulasi video dan audio untuk menipu selama bertahun-tahun, FBI mencatat bahwa teknologi baru saat ini memungkinkan pelaku membuat konten berkualitas tinggi yang jauh lebih sulit untuk dideteksi.

Halaman:

Tags

Terkini