Pejuangkantoran.com - Kasus yang menyeret nama Prihantini sedang ramai dibahas karena diduga terkait praktik fabrikasi/manipulasi riset dalam konferensi internasional kesehatan International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.
Prihantini atau nama panggilannya Titin, alumni S1 Matematika Universitas Negeri Yogyakarta dan Magister Matematika di Institut Teknologi Bandung ini (27/5/2026 - krjogja.com), bersama Rifaldy Fajar dan Rini Winarti memaparkan hasil penelitian yang dinilai impresif. namun setelah dtelusuri lebih lanjut, muncul dugaan bahwa peneltian tersebut merupakan hasil fabrikasi dan tidak pernah benar-benar dilakukan.
Ada sejumlah dugaan, bahwa praktik ini dilakukan untuk memperoleh travel grant, akses konferensi, atau reputasi akademik. Namun sebagian informasi ini masih berasal dari investigasi komunitas akademik dan media sosial, belum merupakan putusan resmi.
Travel grant sendiri adalah bantuan dana yang diberikan untuk membiayai perjalanan seseorang, biasanya untuk tujuan akademik, penelitian, konferensi, kompetisi, pertukaran pelajar, atau kegiatan profesional lainnya.
Travel grant sering diincar para periset karena memberi akses ke ekosistem akademik internasional dengan biaya yang jauh lebih ringan. Dalam dunia riset, kehadiran langsung di konferensi, workshop, atau laboratorium lain sering sangat menentukan perkembangan karier dan kualitas penelitian.
Dan dana dari travel grant itu cukup “menggiurkan” karena umumnya bisa mencakup banyak hal, seperti tiket transportasi (pesawat, kereta, dll.), akomodasi/hotel, biaya visa, uang harian, dan biaya registrasi acara.
Tak heran bila travel grant ini jadi incaran banyak periset/peneiliti. Beberapa alasan utama yang membuat orang mengincar travel grant, yaitu:
- Bisa hadir di konferensi internasional
Konferensi ilmiah di luar negeri, terutama di negara-negara maju, umumnya mahal bagi periset/peneliti dari negara-negara berkembang. Travel grant membantu peneliti yang dananya terbatas tetap bisa hadir dan mempresentasikan risetnya.
Contoh kegiatannya: presentasi paper, poster session, invited talk, summer school, research exchange
- Meningkatkan reputasi akademik
Saat seorang peneliti bisa mempresentasikan riset di forum intenasional, maka ini bisa meningkatkan visibilitas akademiknya. Hal ini penting untuk CV akademik, rekam jejak penelitian, peluang kolaborasi, pengajuan hibah berikutnya.
Baca Juga: Selain Beasiswa, Asisten Riset Bisa Jadi Cara Pintar untuk Biayai Kuliah Kamu di Luar Negeri
- Membuka jaringan (networking)
Dalam dunia riset, relasi profesional itu sangat penting. Saat konferensi (terutama internasional), peluang untuk postdoc, kolaborasi jurnal, proyek internasional sangat mungkin muncul dari percakapan informal di forum tersebut.
Dengan travel grant memungkinkan seorang periset untuk bertemu editor jurnal, bertemu calon co-author, mengenal laboratorium lain, hingga mencari peluang studi lanjut atau postdoc.