PejuangKantoran.com - Pertandingan krusial lanjutan Grup A ASEAN Championship 2026 antara Timnas Indonesia vs Timor Leste siap digelar sore ini, Jumat (31/7/2026) pukul 17.00 WIB. Menariknya, duel kali ini harus dilaksanakan di tempat netral, yaitu Stadion Chonburi, Thailand, karena stadion di Timor Leste belum memenuhi standar regulasi internasional AFF.
Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Dipecat, Ini Penjelasan PSSI
Bagi pecinta sepak bola di tanah air, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin demi tiket semifinal, melainkan panggung penuh trivia menarik dan ikatan emosional mendalam. Yuk, simak kumpulan fakta unik rivalitas kedua negara tetangga ini sebelum Anda menyaksikan siaran langsungnya di RCTI!
1. Rekor Sapu Bersih: Dominasi Mutlak Skuad Garuda
Sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di level senior, Timnas Indonesia memegang rekor sempurna dengan 6 kemenangan beruntun dari 6 laga. Dari seluruh bentrokan tersebut, Garuda sukses menggelontorkan total 21 gol dan hanya kebobolan 2 kali.
Rekor skor terbesar tercipta pada pertemuan pertama mereka tanggal 21 November 2010 dalam laga uji coba, di mana Indonesia mencukur Timor Leste dengan skor telak 6-0.
2. Rekam Jejak di Piala AFF: Baru Bertemu Satu Kali
Walau sering bersua di laga persahabatan maupun kelompok umur, Indonesia dan Timor Leste tercatat baru satu kali bertemu di ajang resmi Piala AFF sebelum edisi 2026 ini. Momen tersebut terjadi pada fase grup Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Saat itu, Indonesia yang dilatih Bima Sakti sempat dikejutkan oleh gol pembuka penyerang Timor Leste, Rufino Walter Gama, di awal babak kedua. Beruntung, mentalitas Garuda berbicara dan sukses membalikkan kedudukan menjadi 3-1 berkat gol Alfath Fathier, Stefano Lilipaly, dan Beto Goncalves.
3. Hubungan Emosional Sejarah dan "Saudara Tua"
Pertemuan kedua tim selalu memicu atmosfer emosional yang tinggi karena faktor sejarah geopolitik. Bumi O Sol Nascente (Matahari Terbit) dulunya merupakan bagian dari wilayah Indonesia dengan nama Provinsi Timor Timur sebelum resmi merdeka pada tahun 2002.