PejuangKantoran.com - Pemerintah melalui Danantara Indonesia menargetkan seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN, termasuk direktur dan chief executive officer (CEO), diisi oleh talenta yang tumbuh dan berkembang dari dalam perusahaan mulai 2028.
Target tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang sedang dibangun di seluruh ekosistem BUMN.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan perusahaan pelat merah kini tidak hanya berfokus meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
"Saya berharap nanti 2028 ke atas, seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan keberlanjutan perusahaan ke depan," kata Dony dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Usia di Atas 40 Tahun? Riset Sebut Otak Bekerja Optimal Sekitar 25 Jam per Minggu
Untuk mencapai target tersebut, Danantara tengah membangun sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi dengan standar global. Sebagai langkah awal, akan dilakukan Single Grading System dan Job Value agar sistem penilaian jabatan di seluruh grup perusahaan menjadi lebih seragam.
Selain itu, diterapkan pula Job Requirement dan Competency Matrix sebagai dasar penempatan talenta.
Melalui sistem tersebut, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, serta hasil asesmen yang objektif. Dony menegaskan pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat sistem merit sehingga pengisian jabatan tidak lagi bergantung pada preferensi atau pertimbangan nonkompetensi.
Sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University. Lembaga ini akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN.
Mereka akan dipersiapkan menjadi calon pemimpin perusahaan melalui pelatihan kepemimpinan, kompetensi teknis, dan penguatan soft skills dengan standar yang sama di seluruh BUMN.
Menurut Dony, membangun talenta merupakan salah satu tanggung jawab utama seorang CEO. Keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja saat ini, tetapi juga dari kemampuan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.
"Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO," ujarnya.
Transformasi tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun fondasi kepemimpinan dan SDM yang berkelanjutan di BUMN.
Artikel Terkait
Inilah Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026: Copenhagen Pertahankan Posisi Puncak
Ini dia 5 Kontroversi Argentina di Final Piala Dunia FIFA 2026: Kartu Merah, Kericuhan Massal, Bahkan Lionel Messi Ikut-Ikutan Provokasi!
Fenomena Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia, Kenapa Gen Z dan Milenial Jaman Now Suka Banget Olahraga?
Persaingan Spanyol di Lapangan Hijau Berlanjut Ke Lapangan Padel. Dominasi Pemain Spanyol dan Argentina di Peringkat Padel Dunia Jadi Sorotan.
Mengapa Karyawan Enggan Cerita ke Atasan? Diam soal Burnout Bisa Merugikan Perusahaan
Weaponized Incompetence, Saat "Aku Enggak Bisa" Justru Jadi Cara Menghindari Tanggung Jawab
Usai Tampil di Jeda Piala Dunia, Streaming Lagu-lagu Justin Bieber, BTS, dan Madonna Melesat!
Sudah 950 Juta Orang yang Pakai Gemini Setiap Bulan, Jauh Melampaui Ekspektasi Alphabet
Giliran Arsitek Pemula Was-Was Nggak Kebagian Posisi Entry Level karena Digantikan AI
Berkaca dari Serangan Peretas ke Hugging Face, Sesiap Apa Kita Menghadapi Risiko Keamanan Berbasis AI?