news

Apa yang Bakal Terjadi Ketika Kabut Asap Sampai Malaysia? Bagaimana Dampaknya ke Bisnis dan Pekerja Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Foto ilustrasi yang memperlihatkan efek kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang mencapai kota-kota di Malaysia. Apabila tidak segera ditangani dampak buruk akan terjadi pada kedua negara. (Generate by AI/PejuangKantoran.com)

Jika kejadian berulang dan berlangsung lama, perusahaan Malaysia dapat meningkatkan tuntutan terhadap mitra bisnis Indonesia terkait standar lingkungan dan pengelolaan rantai pasok. Sebaliknya, perusahaan Indonesia juga perlu menjaga komunikasi dengan mitra Malaysia agar persoalan lingkungan tidak berkembang menjadi hambatan hubungan bisnis.

Ini penting karena kedua negara justru sedang memperkuat konektivitas ekonomi. Pemerintah Sarawak pada 2026 menegaskan pentingnya hubungan transportasi dengan Kalimantan untuk mendukung perdagangan, investasi, pariwisata dan hubungan masyarakat kedua wilayah.

Kabut Asap Adalah Risiko Ekonomi Regional

Kabut asap lintas batas sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai masalah lingkungan atau kesehatan. Bagi ekonomi Borneo, persoalan ini dapat membentuk rantai risiko: kebakaran mengganggu kualitas udara, kualitas udara mengganggu mobilitas, mobilitas yang terganggu menekan pariwisata dan perdagangan, sementara ketidakpastian transportasi meningkatkan biaya bisnis.

Indonesia dan Malaysia sebenarnya memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga koridor ekonomi Borneo tetap terbuka dan produktif. Ketika konektivitas Pontianak-Kuching, pos lintas batas dan jalur perdagangan terus dikembangkan, pencegahan karhutla menjadi semakin penting.

Sebab, bagi dunia bisnis, asap tidak mengenal garis perbatasan—dan biaya ekonominya juga bisa ikut menyeberang.

Halaman:

Tags

Terkini