Timeline Uang Indonesia Dari 1945 sampai Sekarang. Uang Indonesia Pernah Digunting. Literally!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Usia uang Indonesia seiring dengan usia republik ini, 81 tahun. Tak hanya sebagai sebagai alat tukar, Rupiah pernah menjadi simbol perjuangan bangsa. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Usia uang Indonesia seiring dengan usia republik ini, 81 tahun. Tak hanya sebagai sebagai alat tukar, Rupiah pernah menjadi simbol perjuangan bangsa. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Usia Indonesia tahun 2026 ini telah mencapai 81 tahun. Selama delapan dekade lebih ini ada beberapa periode uang Indonesia yang beredar.

Tak hanya sebagai alat tukar, uang Indonesia juga mempunyai fungsi sebagai alat perjuangan dan simbol kedaulatan negara dan mengalami berbagai macam persitiwa, termasuk sanering atau devaluasi pada tahun 1965.

Berikut ini timeline uang Indonesia sejak 1945 hingga 2026 ini:

  1. 1945–1946, Masa transisi: belum ada Rupiah nasional

Setelah Proklamasi, Indonesia belum langsung memiliki satu mata uang sendiri. Di masyarakat masih beredar berbagai uang, termasuk uang Jepang, uang De Javasche Bank, uang pemerintah Hindia Belanda, kemudian uang NICA.

Bisa kita bayangkan situasinya saat itu, sangat rumit. Indonesia dan Belanda sama-sama berusaha mengendalikan sistem moneter. Dalam catatan Bank Indonesia, pemerintah RI akhirnya menerbitkan uang sendiri sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Titik Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Penjelasan dari Bank Indonesia

  1. 1946–1949, ORI: uang pertama Republik Indonesia

30 Oktober 1946 merupakan tonggak penting. Pada tanggal tersebut Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Republik Indonesia.

ORI bukan sekadar alat pembayaran. Ia merupakan simbol kedaulatan negara.

Pada masa ini muncul berbagai pecahan ORI, dengan desain yang sangat berbeda dari uang Indonesia masa kini.

Menariknya, karena kondisi perang dan blokade Belanda, ORI tidak selalu bisa diedarkan secara normal. ORI diedarkan secara gerilya, dan terbukti mampu membangkitkan rasa solidaritas serta nasionalisme rakyat Indonesia.

  1. 1947–1949, ORIDA: uang daerah

Ini salah satu tahapan paling menarik dalam sejarah uang Indonesia. Saat itu agresi militer Belanda terjadi. Hubungan dan komunikasi pemerintah pusat dan daerah terputus.

Pemerintah lalu memberikan kewenangan kepada sejumlah daerah untuk menerbitkan ORI-Daerah (ORIDA). Akibatnya muncul berbagai uang lokal, misalnya ORIPS di Sumatera, ORITA di Tapanuli, ORIDA Aceh, ORIDA Lampung, dan berbagai uang daerah lainnya.

Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Kamu Kerjakan Agar Nilai Rupiah Terus Menguat

  1. 1950, Peralihan ke Republik Indonesia

Konferensi Meja Bundar yang diselenggarakan pada Desember 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Pemerintah RIS menarik ORI dari peredaran pada 1 Mei 1950 dan menggantinya dengan mata uang RIS yang sebelumnya telah berlaku sejak 1 Januari 1950.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, Berbagai Sumber, www.bi.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X