PejuangKantoran.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan membuat udara dipenuhi asap dan menghambat aktivitas harian warga Kalimantan. Walaupun belum ada kebijakan untuk meliburkan kantor dan sekolah terkait dampak kabut asap, beberapa sekolah di Kalimantan kabarnya mengubah jam masuk menjadi lebih siang demi hindari kabut asap. Sementara perkantoran tetap masuk seperti biasa.
Pertanyaanya, dengan sekolah dan kantor tetap buka seperti biasa, apakah udara di dalam ruang kelas/kantor menjadi aman? Ruang kelas dan kantor buka saat kualitas udara buruk bukan berarti udara di dalam gedung otomatis aman.
Ketika kualitas udara luar memburuk akibat kebakaran hutan, pekerja kantoran dan murid sekolah tetap bisa terpapar polutan yang masuk melalui sistem ventilasi, pintu, jendela, maupun celah bangunan. Seberapa aman udara di dalam kantor sangat bergantung pada kualitas filtrasi, sirkulasi udara, dan bagaimana gedung mengelola kondisi udara buruk.
Kualitas Udara Buruk di Luar, Apakah di Dalam Kantor Lebih Aman?
Jawabannya: bisa lebih aman, tetapi tidak otomatis bebas risiko.
Berada di dalam ruangan memang umumnya dapat mengurangi paparan langsung terhadap polusi udara luar. Sebagai catatan, kualitas udara di dalam ruangan cenderung lebih baik dibandingkan kualitas udara di luar ruangan.
EPA mencatat bahwa kadar PM2.5 di dalam ruangan cenderung lebih rendah dibandingkan udara luar selama peristiwa asap kebakaran hutan. Namun, konsentrasinya tetap dapat meningkat secara signifikan dibandingkan kondisi normal.
Masalahnya, setiap gedung memiliki kemampuan berbeda dalam menyaring polutan. Gedung perkantoran modern dengan sistem HVAC terpusat dan filter berkualitas tinggi bisa memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan bangunan dengan ventilasi yang kurang terawat.
Karena itu, angka AQI di luar gedung tidak selalu menggambarkan persis kondisi udara yang dihirup pekerja di dalam kantor.
PM2.5 Menjadi Perhatian Utama
Dalam situasi kabut asap akibat kebakaran hutan, salah satu polutan yang paling diperhatikan adalah PM2.5, yaitu partikel sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan kardiovaskular, terutama bagi orang dengan kondisi seperti asma atau penyakit jantung.
Artikel Terkait
Ketika Kualitas Udara Buruk Akibat Kabut Asap Bakaran Sampah atau Lahan, Bagaimana Gen Z Seperti Kita Harus Bersikap
Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
Kabut Asap Dari Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya. Gunakan Masker yang Tepat Seperti Berikut Ini!
El Niño Godzilla Diprediksi Akan Melanda Indonesia Sampai Akhir Tahun, Ini Pengaruhnya Untuk Ekonomi Indonesia
Apa yang Bakal Terjadi Ketika Kabut Asap Sampai Malaysia? Bagaimana Dampaknya ke Bisnis dan Pekerja Indonesia