Jupiter Aerobatic Team: Tim Akrobatik Udara TNI AU, dari Instruktur Penerbang hingga Ikon Dirgantara Indonesia

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Senin, 17 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Jupiter Aerobatic Team (JAT) adalah tim aerobatik resmi Indonesia yang dimiliki oleh TNI AU. Berisikan instruktur penerbang berpengalaman, dimana salah satu tugasnya adalah menjadi duta dirgantara Indonesia.  (instagram resmi Jupiter Aerobatic Indonesia )
Jupiter Aerobatic Team (JAT) adalah tim aerobatik resmi Indonesia yang dimiliki oleh TNI AU. Berisikan instruktur penerbang berpengalaman, dimana salah satu tugasnya adalah menjadi duta dirgantara Indonesia. (instagram resmi Jupiter Aerobatic Indonesia )

PejuangKantoran.com – Salah satu yang menarik perhatian di saat Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026 adalah penampilan dari Jupiter Aerobatic Team (JAT). JAT merupakan tim aerobatik resmi Indonesia yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara. JAT kerap tampil dalam perayaan kenegaraan, pertunjukan dirgantara, hingga ajang airshow internasional. Salah satu penampilan monumentalnya adalah saat opening MotoGP Mandalika tahun 2022.

Baca Juga: Ini Dia Rafale, Jet Tempur Baru Kebanggaan TNI AU, yang Melakukan Formasi Fly Pass Saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Baca Juga: Berkenalan Dengan Celina, Pembawa Baki Utama Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara 17 Agustus 2026

Baca Juga: Mitos vs Fakta: Benarkah Tamu Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka Tak Lagi Wajib Baju Adat?

Berawal dari Inisiatif Para Instruktur Penerbang

JAT memiliki sejarah yang cukup panjang. Cikal bakalnya muncul pada 1996 dari inisiatif para instruktur penerbang di lingkungan Skadron Pendidikan 102, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Nama “Jupiter” sendiri berasal dari call sign yang digunakan para instruktur penerbang TNI AU. Tim ini kemudian tampil pertama kali pada peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 1997 di Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan empat pesawat Hawk Mk-53 buatan British Aerospace.

Dalam perkembangannya, JAT sempat berhenti beroperasi sekitar 2002. TNI AU kemudian menghidupkan kembali tim aerobatik tersebut pada 2008 dengan menggunakan KAI KT-1B Wong Bee, pesawat latih turboprop buatan Korea Selatan. Penampilan perdana era baru ini berlangsung pada 4 Juli 2008 di Yogyakarta.

Sejak 2011, penampilan JAT semakin identik dengan pesawat KT-1B bercorak merah-putih serta formasi aerobatik yang lebih kompleks.

KT-1B Wong Bee, Bukan Pesawat Tempur

Meski aksi Jupiter sering terlihat seperti pertunjukan pesawat tempur, armadanya justru menggunakan pesawat latih KT-1B Wong Bee.

Pesawat ini dirancang sebagai pesawat latih dasar hingga lanjut untuk penerbang militer. Karakter tersebut justru menjadi salah satu alasan KT-1B cocok digunakan untuk aerobatik: pesawat memiliki kemampuan manuver yang diperlukan untuk latihan formasi dan aerobatik, sekaligus tetap menjadi bagian dari sistem pendidikan penerbang TNI AU.

Dalam penampilan tertentu, JAT dapat mengoperasikan enam hingga delapan pesawat. Pada Singapore Airshow 2026, misalnya, TNI AU menyiapkan enam KT-1B untuk pertunjukan. Sementara untuk LIMA 2025 di Malaysia, TNI AU mengerahkan delapan KT-1B dengan personel yang mencakup penerbang, mission commander, safety officer, hingga tim pendukung.

Ini Caranya Pemilihan Pilot Jupiter

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X