PejuangKantoran.com - Orangtua yang baik adalah orangtua yang selalu mendukung anaknya. Apalagi jika anaknya melakukan kebenaran.
Seperti ayah TikToker Bima Yudho Saputro yang mendukung anaknya membuat video kritik kepada Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan sendiri oleh ayah Bima, Juliman, saat berbicara di acara Catatan Demokrasi di tvOne. Menurutnya, yang dilakukan anaknya dengan mengunggah video kritikan untuk Lampung di TikTok tidak salah.
Baca Juga: Akhirnya, Polda Lampung Resmi Hentikan Kasus Pelaporan TikToker Bima Yudho Saputro
“Dia itu mengkritik provinsi, bukan individu. Dan dia sudah bercerita pada saya, sudah bikin tiga poin. Mana yang kira-kira mau disampaikan biar gol, gitu.
"Tinggal masing-masing orang penilaiannya lain. Jadi, ada nilai negatif, ada nilai positif,” katanya. Dalam videonya, Bima menyebut Lampung seperti kota Dajjal.
Ia bersyukur karena sampai saat ini banyak warga Lampung yang memberikan respons positif. Bahkan laki-laki yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga mengucapkan terima kasih.
Tersinggung dengan kata-kata gubernur
Meski awalnya merasa sedih dan takut dipecat dengan viralnya video TikTok Bima, tetapi Juliman juga merasa tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
Saat dipanggil oleh Wakil Bupati Lampung Azwar Hadi, Juliman sempat berkomunikasi lewat telepon dengan Arinal.
Selain meminta Juliman untuk memberitahu anaknya agar tidak lagi membuat konten yang menyudutkan Pemerintah Lampung, Arinal juga menyebut Juliman sebagai orangtua yang tidak bisa mendidik anak.
Baca Juga: Anggota DPR Taufik Basari Bela TikToker Lampung Kota Dajjal: “Bima adalah Kita”
“Tapi, kenyataannya gubernur itu bicaranya sudah lain dengan saya, menyinggung perasaan. Itu kalau memang mau dibongkar pembicaraan, bisa itu. Sudah nggak sesuai dengan pejabat itu,” ujar Juliman.
Menurut Achmad Nur Hidayat, pengamat kebijakan publik, yang dilakukan oleh Arinal merupakan contoh tidak terbukanya pejabat publik terhadap kritikan.
Bukannya merespons kritikan itu dengan fokus terhadap isinya, Arinal malah menyerang personalnya alias orang yang melakukan kritikan.