Pengguna selebriti, dari bintang bola basket LeBron James hingga penulis Stephen King, dan Star Trek William Shatner, menolak untuk mengikut aturan baru ini.
Namun pada Kamis, ketiganya memiliki centang biru yang menunjukkan bahwa akun tersebut membayar untuk verifikasi.
Stephen King, misalnya, mengatakan dia belum membayar.
“Akun Twitter saya mengatakan saya telah berlangganan Twitter Blue. Saya belum (membayar). Akun Twitter saya mengatakan saya telah memberikan nomor telepon. Saya belum melakukannya,” begitu bunyi tweet King pada Kamis. "Asal kamu tahu saja."
Tweet itu dibalas oleh Elon Musk, "Sama-sama, namaste" Lalu dalam tweet lain dia mengatakan dia membayarkan biaya bulanan beberapa tokoh secara pribadi.
Dia kemudian men-tweet lagi bahwa dia hanya membayar untuk King, Shatner dan James.
Penyamar selebriti
Twitter memperkenalkan sistem tanda centang biru lebih dari satu dekade yang lalu. Sistem ini banyak dikritik, bahkan mendapat tuntutan hukum dari selebriti yang tidak senang dengan pengguna yang berpura-pura sebagai akun resmi selebriti di platform tersebut.
Sistem tersebut memang jauh dari sempurna, dan Twitter menghadapi tantangan nyata dalam menentukan siapa yang cukup tenar untuk mendapatkan verifikasi.
Baca Juga: Elon Musk Ganti Logo Twitter Jadi Anjing Shiba Inu
Twitter mulai memverifikasi akun dengan tanda centang biru sekitar 14 tahun yang lalu. Selain melindungi selebriti dari peniru identitas, salah satu alasan utamanya adalah untuk mengekang misinformasi yang berasal dari akun yang menyamar sebagai orang lain.
Tetapi menjadikan verifikasi sebagai fitur yang dapat dibayar oleh pengguna justru membantu informasi yang salah muncul di artikel berita terkemuka.
Bagaimana kalau akun fanbase penggemar memiliki tanda centang biru hanya karena berlangganan Twitter Blue lalu menyebarkan informasi sesukanya?