PejuangKantoran.com - Dengan dideklarasikannya tiga calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden 2024, yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo, kini publik menantikan siapa yang akan mereka pilih sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Menurut lembaga survei Poltracking Indonesia, posisi cawapres akan menjadi variabel yang sangat menentukan dalam Pilpres 2024 nanti. Sosok ini bisa sangat menentukan keberlanjutan seorang capres.
Baca Juga: Erick Thohir Tak Bakal Adakan Halal Bihalal, Minta Karyawannya Langsung Urus Rekrutmen BUMN
Jika capres memilih cawapres yang tidak tepat, bukan tidak mungkin perolehan suara yang didapatkan pun akan turun. Penyebabnya karena hanya terdapat tiga nama capres kuat dan kompetitif, dengan jumlah responden pemilih yang berselisih tipis.
“Cawapres bisa membuat seorang capres mendapatkan dukungan atau justru menurun. Kami dalam survei ini memberikan alternatif yang bisa diambil,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda.
Elektabilitas Erick Thohir makin kuat
Berdasarkan survei yang dilakukan Poltracking Indonesia, dari 10 nama cawapres yang diberikan hanya ada tiga nama yang elektabilitasnya berhasil menembus angka dua digit dan cukup kompetitif.
Di antara nama-nama tersebut, Erick Thohir menjadi salah satu yang selalu berada di urutan tiga besar. Bahkan, tren elektabilitas Erick Thohir stabil dan cenderung naik dalam tiga survei yang dilakukan Poltracking, yaitu pada Februari hingga April.
Pada Februari, elektabilitas Erick Thohir tercatat sebesar 16,5 persen, kemudian Maret naik menjadi 16,7 persen, dan semakin naik menjadi 17,1 persen pada April. Hanta menyebut tren elektabilitas politisi dan pengusaha ini bahkan relatif stabil sejak Oktober 2021.
Baca Juga: AKBP Achiruddin Hasibuan Diduga Miliki Gudang Pengoplosan Solar Bersubsidi
Masih menurut Hanta, Erick masih memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitas. Hal ini dikarenakan banyak tanggung jawab laki-laki tersebut, baik di BUMN maupun sebagai Ketua Umum PSSI yang menjadi perhatian publik.
Popularitas Ridwan Kamil meredup
Meski masih setia berada di posisi tiga besar daftar cawapres dengan elektabilitas tertinggi, popularitas Ridwan Kamil meredup dengan jumlah pemilih semakin menurun.
Pada survei Februari 2023, nama Gubernur Jawa Barat ini masih menempati posisi pertama dengan 16,7%, sementara Erick Thohir 16,5% dan Sandiaga Salahuddin Uno 11,9%.
Lalu, pada Maret 2023, Erick Thohir mulai unggul dengan 16,7%, Ridwan Kamil turun satu posisi karena elektabilitasnya juga menurun menjadi 14,2%, dan Sandiaga Salahuddin Uno 13,0%.