Dalam simulasi tiga pasangan capres-cawapres, elektabilitas Prabowo Subianto–Erick Thohir berhasil mencapai angka 32.7%, sedangkan Ganjar Pranowo–Ridwan Kamil 30.2% dan Anies Baswedan–Khofifah Indar Parawansa (20.2%).
Di simulasi lainnya, jika Ganjar Pranowo berdampingan dengan Sandiaga Salahuddin Uno yang mendapatkan 28.4% dan Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 21.9%, maka Prabowo Subianto dan Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas 30.3%.
Ganjar sendiri mendapatkan elektabilitas paling tinggi jika juga didampingkan dengan Erick, yaitu sebesar 30.4%. Sementara Anies, justru memiliki elektabilitas paling tinggi, yaitu 21.9%, jika bersanding dengan Agus.
Parta Gerindra juga semakin kuat
Seperti Prabowo yang elektabilitasnya semakin besar, begitu juga dengan partai yang diketuainya, Partai Gerinda.
Baca Juga: Bergabung dengan Partai Gerindra, Al Ghazali dan El Rumi Disebut sebagai Amunisi Tambahan
Meski masih belum bisa mengalahkan elektabilitas PDIP, tetapi jumlah suara yang didapatkan Partai Gerindra terus mengalami kenaikan.
Temuan survei Poltracking Indonesia di Februari, PDI Perjuangan mendapat 22.8% dan Partai Gerindra 12.0%. Maret, PDI Perjuangan 22.7% dan Partai Gerindra naik 13.9%. Lalu di April, PDI Perjuangan 23.3% dan Partai Gerindra naik lagi menjadi 16.3%.
Menurut Hanta Yuda AR, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, masih banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya adalah variabel cawapres dan komposisi koalisi yang sangat menentukan perolehan suara. (Elga Windasari)