PejuangKantoran.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Dadan Hindayana resmi digantikan oleh Nanik S. Deyang.
Pergantian tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6). Turut mendampingi dalam pengumuman tersebut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar satu setengah tahun sejak Program Makan Bergizi Gratis mulai dijalankan pada awal 2025.
“Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat. Tugas ini menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas,” kata Prasetyo.
Evaluasi Program MBG Jadi Pertimbangan
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden menerima berbagai masukan dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, masyarakat, serta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah memandang perlu dilakukan penyegaran kepemimpinan di tubuh BGN.
Selain mengganti Kepala BGN, Presiden juga melakukan perubahan pada posisi wakil kepala lembaga tersebut. Dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, turut diganti.
Dalam susunan baru, Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala BGN.
Baca Juga: CEO Thrive Global: 'Tidak Ada Orang dengan Pekerjaan Bagus yang Bisa Pulang Tenggo'
Fokus Perkuat Tata Kelola dan Koordinasi
Pemerintah berharap jajaran pimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, hingga pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program-program gizi nasional.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kita berharap pelaksanaan program-program prioritas dapat semakin dipercepat, kinerja organisasi semakin baik, tata kelola semakin kuat, serta manfaat yang dirasakan masyarakat semakin nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prasetyo.
Baca Juga: 5 Fungsi dan Peran Penting VO2max Bagi Pelari yang Mesti Kamu Pahami
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah menegaskan bahwa seluruh program BGN akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Prasetyo memastikan perubahan di tingkat manajemen tidak akan mengganggu implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru di BGN, pemerintah berharap pelaksanaan program dapat berlangsung lebih efektif, akuntabel, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan manfaat layanan gizi dari negara.
Artikel Terkait
CEO Standard Chartered Minta Maaf usai Disebut Menghina Karyawan yang Kena Perampingan
7 Alasan Utama Mengapa Travel Grant Sangat Diincar Oleh Para Peneiliti. Berkaca dari Kasus Prihantini
Dudung Ungkap Kondisi Kesehatan Terakhir Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Sebelum Wafat
SIM Digital Resmi Meluncur, Pengendara Tak Lagi Wajib Membawa Kartu Fisik
Tren Baru, Gen Z di China Pilih Profesi jadi Pendamping Naik Gunung
Punya Claude, Anthropic Malah Buka Lowongan Copywriter dengan Gaji hingga Rp 5M per Tahun
Rekomendasi Kurangi Kunjungan Luar Negeri Prabowo dari Dino Patti Djalal Ini yang Bikin Seskab Teddy Angkat Bicara
Seskab Teddy: Prabowo Gunakan Dana Pribadi untuk Menutup Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri
CEO Thrive Global: 'Tidak Ada Orang dengan Pekerjaan Bagus yang Bisa Pulang Tenggo'
Cuma 8% Orang Indonesia yang Pernah ke Luar Negeri, Alasannya Nggak Selalu karena Ekonomi!