PejuangKantoran.com - Kabar mengejutkan datang dari bank terbesar kedua di Amerika, First Republic Bank. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengatakan perusahaan perbankan ini dianggap gagal, dan JPMorgan Chase akan menanggung semua asetnya.
Kesepakatan antara First Republic Bank dan JPMorgan Chase dilakukan agar FDIC tidak harus menggunakan kekuatan daruratnya, dan akan meminimalkan gangguan bagi pelanggan.
JPMorgan Chase disepakati untuk mengambil semua simpanan dan semua aset secara substansial dari First Republic Bank.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Dibuka 5 Mei 2023! Ini Jadwal Rekrutmen dan Dokumen yang Diperlukan
"JPMorgan Chase Bank, National Association mengajukan penawaran untuk semua simpanan First Republic Bank.
"Sebagai bagian dari transaksi, 84 kantor First Republic Bank di delapan negara bagian akan dibuka kembali sebagai cabang JPMorgan Chase Bank, National Association,” demikian pernyataan FDIC dalam pernyataan tertulis yang diperoleh ABC News.
Jadi, semua deposan milik First Republic Bank akan menjadi milik JPMorgan Chase Bank, National Association. Mereka juga akan memiliki akses penuh ke semua simpanan bank yang berkantor pusat di Honolulu, Hawaii, itu.
“Pada 13 April 2023, First Republic Bank memiliki total aset sekitar $229,1 miliar dan total simpanan $103,9 miliar.
"Selain mengambil semua simpanan, JPMorgan Chase Bank, National Association, setuju untuk membeli secara substansial seluruh aset First Republic Bank,” tambahnya.
Baca Juga: Guardians of The Galaxy Akhirnya Tayang di Indonesia: Jangan Lupa Nonton
Langkah ini dipuji Presiden Joe Biden
Apa yang dilakukan oleh FDIC tersebut mendapat pujian dari Presiden Joe Biden saat berbicara di Gedung Putih. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam mengambil alih dan menjual First Republic Bank.
"Regulator telah mengambil tindakan untuk memfasilitasi penjualan First Republic Bank dan memastikan bahwa semua deposan terlindungi dan pembayar pajak tidak terlibat," kata Biden.
Dengan tindakan tersebut, Biden memastikan bahwa sistem perbankan akan tetap aman dan sehat.
Menurut FDIC, cara yang mereka lakukan ini memang bertujuan untuk "meminimalkan gangguan bagi pelanggan pinjaman".