news

Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dinonaktifkan, Husein Ali Batal Mundur Jadi Guru

Jumat, 12 Mei 2023 | 15:33 WIB
Bertemu dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Husein Ali Rafsanjani mantap tetap menjadi guru ASN ( Instagram @husein_ar)

PejuangKantoran.com - Setelah cerita guru ASN Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani, mengenai dirinya yang mendapatkan pungutan liar (pungli) viral di media sosial, banyak pejabat yang langsung bertindak.

Setelah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Rabu (10/5), guru ASN Pangandaran Husein akhirnya juga bertemu dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, keesokan harinya atau Kamis (11/5).

Dari hasil pertemuan tersebut, bupati memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani. Selain itu, Jeje juga membuat tim untuk mengusut tuntas kasus pungli usai laporan guru ASN Pangandaran viral di media sosial. 

Baca Juga: 4 Dugaan Aksi “Halalkan Segala Cara” ala Kamboja Agar Jadi Juara di SEA Games 2023

“Satu jam nggak mungkin saya mendapatkan sesuatu yang lengkap, makanya saya membuat tim,” jelasnya kepada wartawan setelah melakukan pertemuan dengan Husein.

Ia memilih Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin Indrawan sebagai koordinator tim, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran  Drs. H. Kusdiana, M.M dan asistennya untuk membantu.

Dugaan pungli masih belum jelas

Dengan dinonaktifkannya Dani sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, bukan berarti ia sudah dipastikan melakukan pungli dan dinyatakan bersalah.

Keputusan tersebut diambil Jeje agar Dani tak lagi memiliki keleluasaan sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran sementara tim yang dibentuknya mencari kebenaran.

Sementara untuk dugaan pungli, sang bupati menyebutnya masih sumir. Ia perlu meminta klarifikasi lebih dalam lagi dari berbagai pihak.

Jika itu benar terjadi, ia menduga hal itu tidak dilakukan aparat BKPSDM atau aparat Pemerintah Daerah (Pemda) Pangandaran. Karena dari klarifikasi kepada pihak terkait, Jeje mendapat laporan tentang terjadinya kesepakatan di antara peserta Latsar CPNS.

Baca Juga: Daffa Wardhana Belajar Bahasa Bali Langsung di Lokasi Saat Syuting Bukannya Aku Tidak Mau Nikah

"Biasanya kita kalau mau ambil keputusan yang bukan sifatnya instruksional, kan harus rembukan. Oleh karena itu (pungli) masih sumir. Maka saya buat tim khusus dengan koordinatornya wakil bupati, sekda, dan asda," ujarnya.

Tim tersebut diberi waktu hingga Selasa (16/5) untuk membuat keputusan. 

Halaman:

Tags

Terkini