PejuangKantoran.com - Tim nasional (timnas) voli putri Indonesia memang tidak berhasil merebut medali emas pada SEA Games Kamboja 2023 dan “hanya” mendapatkan medali perunggu. Namun, salah satu pemainnya, Wilda Siti Nurfadhilah, menjadi sorotan dunia.
Bukan hanya kemampuannya dalam melakukan servis dan block, tetapi juga karena penampilan khasnya. Tak banyak atlet yang memakai hijab saat bertanding, dan Wilda Siti Nurfadhilah bisa dibilang menjadi salah satu pelopornya.
Bahkan, akun voli dunia di Instagram @volleyballworld mengunggah sosok Wilda Siti Nurfadhilah dan mengomentari penampilannya yang berbeda itu. Akun ini juga sampai membuat profil sang atlet.
Baca Juga: Fajar Fathur Rahman, Pencetak Gol Langganan Timnas U-22 di SEA Games 2023
Unggahan ini bahkan diberikan komentar dan di-like oleh setter timnas Brazil yang juara di Eropa dan dunia, Bruno Rezende.
Pemain timnas pertama yang pakai hijab
Hijab yang dikenakan Wilda bahkan merupakan hijab buatannya sendiri. Menurutnya, sebelum ia mulai memakai hijab saat bertanding, tidak ada hijab khusus untuk olahraga. Itulah mengapa ia mulai membuat hijab untuk olahraga sendiri.
“Saya membuat hijab (untuk dipakai di) lapangan pada 2016, dan pertama kali saya memakainya di lapangan pada 2017. Sebelumnya hijab tidak diperbolehkan di tim nasional,” ujar pemain dengan posisi middle blocker ini.
Untungnya, tahun itu ia bersama timnas voli putri Indonesia meraih medali perak di SEA Games 2017. Saat itu ia memulai tren sehingga semakin banyak wanita berhijab yang muncul di lapangan voli.
“Sebelum saya ada dua pemain lain yang berhijab, tetapi mereka tidak masuk timnas. Jadi, saya yang pertama berhijab di timnas bola voli Indonesia, dan sekarang di timnas paling banyak yang berhijab, selain empat orang,” jelas Wilda.
Hijab sangat penting untuknya
Wilda menyebut mengenakan hijab sangat penting baginya, karena menurutnya itu adalah agamanya. Sebagai seorang Muslim, di dalam hatinya ia merasa harus memakai jilbab.
“Identitas dan harga diri saya ada di dalam hijab,” tegasnya.
Karena itulah atlet kelahiran 7 Februari 1995 ini ingin membuktikan bahwa tidak ada yang salah dengan memakai hijab dalam olahraga. Dengan berhijab ia tetap bisa tampil di level yang tinggi.