news

Rayakan Waisak, 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Indonesia

Selasa, 16 Mei 2023 | 09:00 WIB
Perjalanan biksu Thailand yang bertemu dengan seorang tokoh NU (Foto: Twitter.com/@Cutes_Zee)

PejuangKantoran.com - Perayaan Hari Waisak tahun ini mungkin menjadi perayaan yang paling menarik bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Budha. Ada 32 biksu yang melakukan tradisi thudong dengan berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia.

Para biksu ini melakukan perjalanan ribuan kilometer sebagai rangkaian Hari Raya Waisak 2023 atau 2567 BE yang jatuh pada 4 Juni 2023 mendatang.

Menurut Ketua Thudong Internasional Welly Widadi, ritual ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia sehingga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MuRI). Para biksu yang mengikuti acara berasal dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Fit dan Produktif di Era Pasca Pandemi ala Yoris Sebastian

Perjalanan panjang 32 biksu

Liaison Officer International Thudong Ki Onto menjelaskan, perjalanan 32 biksu ini dimulai dengan berjalan kaki dari sebuah vihara di Provinsi Nakhon Sri Thammarat, Thailand, pada akhir Maret 2023.

"Start dari sana mulai dari 25 Maret 2023 berjalan kaki ke Malaysia dan memasuki Ramadan sudah tiba di Singapura," katanya.

Mereka kemudian memasuki wilayah Singapura sekitar April 2023 dan menyeberang dengan kapal laut. Lalu, mereka kembali berjalan kaki ke perbatasan Singapura-Indonesia dan dilanjutkan berjalan kaki ke Batam.

Setelah itu, para biksu diterbangkan menggunakan pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta. Dari sana mereka baru melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki lagi hingga ke Candi Borobudur, Magelang.

Baca Juga: Rangkaian PPDB 2023/2024 Sudah Dimulai Hari Ini, Catat Tanggal Pentingnya!

Pada Minggu (14/5/) kemarin, 32 biksu sudah sampai di Jalur Pantura, Subang, Jawa Barat.  Mereka mendapatkan pengawalan dari TNI - Polri dan ormas Islam lainnya saat melintasi jalan tersebut.

Para biksu ini sempat mampir di vihara di Pamanukan, Subang, kemudian kembali berjalan kaki menuju melewati Indramayu, Jawa Tengah.

Tidak bawa uang dan bekal makanan

Meski berjalan kaki ribuan kilometer hingga melintasi beberapa negara, para biksu ini sama sekali tidak membawa uang atau pun bekal makanan. Bahkan, untuk urusan makan, mereka hanya makan dua kali sehari.

Halaman:

Tags

Terkini