PejuangKantoran.com - Para pejuang kantoran boleh sedikit “napas” minggu ini, karena Kamis (18/5/2023) akan ada libur Kenaikan Isa Almasih. Tanggal 18 Mei 2023 bukan hari libur umum di Inggris, Kanada, AS, atau Australia.
Namun di Indonesia, juga di Prancis, Jerman, Austria, Belgia, Finlandia, Indonesia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Vanuatu, Hari Kenaikan Isa Almasih menjadi hari libur umum.
Bagi umat Katolik sendiri, Kenaikan Isa Almasih merupakan perayaan penting. Setara dengan perayaan hari besar Katolik dan Kristen lainnya seperti Natal, Paskah, dan Pentakosta.
Baca Juga: Rayakan Waisak, 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Indonesia
Hari tersebut menandai hari ke-40 setelah Kebangkitan Yesus Kristus —Hari Paskah dihitung sebagai hari pertama— dan diperingati karena merupakan hari di mana Yesus naik ke surga.
Karena tanggal Paskah berubah-ubah dari tahun ke tahun, maka perayaan Kenaikan pun selalu berubah. Hari tersebut selalu jatuh pada hari ke-40 dari Paskah. Karena Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, Hari Kenaikan Isa Almasih pun selalu jatuh pada hari Kamis.
Sejarah Kenaikan Isa Almasih
Menurut kitab Perjanjian Baru dari Injil, Yesus Kristus memiliki lima tonggak utama dalam hidupnya. Tonggak sejarah ini termasuk pembaptisan, transfigurasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan.
Penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus, merupakan rangkaian dari peristiwa Paskah. Pada hari ketiga setelah kematian dan penguburannya (diperingati sebagai Jumat Agung), Yesus dibangkitkan dari kematian. Peristiwa ini disebut sebagai Kebangkitan Kristus dan diperingati sebagai Hari Raya Paskah.
Dia menghabiskan 40 hari berikutnya untuk berkhotbah dan mempersiapkan murid-murid-Nya untuk melanjutkan ajaran-ajaran-Nya. Pada hari ke-40, Yesus membawa murid-muridnya ke Bukit Zaitun, di dekat Yerusalem.
Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Fit dan Produktif di Era Pasca Pandemi ala Yoris Sebastian
Setelah meminta mereka untuk tinggal, kemudian Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan dalam Injil Markus 16:19 (Lukas 24:51, Kisah Para Rasul 1:2), “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.”
Berakhirnya periode 40 hari inilah yang disebut dengan Kenaikan Isa Almasih, atau peristiwa ketika Yesus naik ke surga.
Kenaikan Isa Almasih merayakan kemuliaan Yesus Kristus. Bagi umat Katolik, kenaikan Yesus ke surga menandakan bahwa Kristus telah menyelesaikan karya dan pelayanannya di dunia, dan menjamin pemuliaan bagi semua orang yang mengasihi Dia.
Yesus sendiri telah memberitahu murid-muridnya bahwa baik baginya untuk pergi, karena hanya pada saat itu dia akan mengirimkan Penolong lain bagi mereka, yaitu Roh kebenaran (Yohanes 16: 7-16).