PejuangKantoran.com - Selama ini, Karawang terkenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Ribuan pabrik ada di kawasan industri seluas 13.718 hektar di sana. Namun, ternyata banyak penduduk Karawang yang masih menjadi pengangguran.
Karena ingin mendapatkan keadilan, ratusan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pengangguran Remaja Karawang (GEPREK) pada Rabu (7/6/2023) kemarin melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karawang.
Baca Juga: Kekurangan Konten Menarik, Spotify Memberhentikan 200 Karyawan dari Unit Podcast
Menurut Ketua GEPREK Endang Macan Kumbang, unjuk rasa tersebut merupakan wujud kegelisahan masyarakat Karawang, khususnya para pemuda usia produktif, yang sampai saat ini masih sulit mendapatkan pekerjaan di pabrik di daerah tersebut.
“Tuntutan kami hanya satu, yaitu mau masuk kerja dan kami ingin Pemkab aktif membuka kesempatan itu untuk warganya. Bukannya Karawang dikenal dengan kota ribuan pabrik?” ucapnya.
Jumlah pabrik dan pengangguran sama banyaknya
Endang berkata bahwa menurut data BPS, perusahaan atau pabrik yang berada di kabupaten Karawang jumlahnya kurang lebih 1500 perusahaan. Semua pabrik tersebut masih produktif dan berjalan sampai saat ini.
Namun, tingkat pengangguran di Karawang masih sangat tinggi, mencapai 9,37% atau sekitar 200 ribu orang.
Jenis pengangguran yang ada di daerah tersebut juga bermacam-macam. Mulai dari yang tidak sekolah, hanya lulusan SD, SMP dan SMA atau sederajat, hingga lulusan tinggi.
Uniknya, para pengunjuk rasa ini menuliskan nama mereka dalam sebuah daftar dan membawa lamaran sehingga mereka sudah siap jika langsung dipanggil untuk wawancara kerja.
Sayangnya, hingga unjuk rasa selesai, baik bupati atau wakil bupati tidak ada yang menemui para pemuda Karawang ini.
Baca Juga: Pengacara Shane Lukas Berjumlah 26 Orang, Hakim Batasi yang Boleh Masuk Ke Ruang Sidang
“Mendiskusikan persoalan ini untuk mencari solusi sepertinya bukan urusan mereka. Kami rakyat kecewa,” ujar Endang.
Warga Karawang dinilai kurang cakap
Saat berita ini diunggah di akun Instagram @undercover.id, ada beberapa orang yang memberikan komentar bahwa alasan pabrik tidak menerima karyawan dari Karawang adalah karena kinerjanya kurang baik.