news

Polri Gelar Stand Up Comedy, Apa Kata Komika Soal Polri Tak Buka Rekrutmen untuk Difabel?

Selasa, 25 Juli 2023 | 12:27 WIB
Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77, Polri menggelar kompetisi stand up comedy. (Polri.go.id)

PejuangKantoran.com - Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-77, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar serangkaian acara hiburan, di antaranya kompetisi stand up comedy dan festival musik.

Acara Grand Final Stand Up Comedy dan Festival Musik ini diadakan di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/7/2023) lalu.

Menggelar festival musik mungkin sudah biasa, tetapi kompetisi stand up comedy bisa dibilang merupakan tindakan berani dari Polri.

Baca Juga: Survei Capres yang Berfokus pada Generasi Muda: Prabowo Subianto Unggul di Kalangan Gen Z

Dalam kompetisi tersebut, para peserta diminta untuk mengkritik lembaga kepolisian. Dan,  materi-materi dari para komika memang “tajam”. Mereka tak sungkan nge-roasting institusi yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si tersebut.

Kapolri Jenderal Sigit mengatakan, justru kompetisi ini bisa menjadi merupakan wadah bagi  masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, saran, dan kritiknya terhadap Polri.

"Jadi ini bagian dari kegiatan yang terus kita lakukan untuk menerima masukan, menerima kritikan dari masyarakat tentang Polri," ujarnya.

Buktikan Polri bukan lembaga antikritik

Jenderal Sigit juga menegaskan bahwa kritik dan masukan akan menjadi bahan perbaikan bagi Polri. Apalagi jika dilakukan dengan cara yang mendidik, seperti kompetisi stand up comedy ini.

“Ini akan menjadi bahan perbaikan buat kami untuk melakukan evaluasi-evaluasi terhadap hal-hal yang selama ini masih dirasakan kurang. Tentunya harus kita perbaiki," jelasnya.

Kapolri berharap semua kritikan bisa menjadi upaya Polri kita untuk melakukan perubahan agar bisa menjadi lebih baik, lebih dekat dengan masyarakat, dan responsif.

Pada dasarnya, Polri ingin bisa betul-betul memberikan layanan terbaik buat masyarakat. 
Jenderal Sigit mengingatkan bahwa Polri bukanlah lembaga yang antikritik.

“Dengan mendengar keluhan masyarakat secara langsung, ini menjadi wujud konkret dari Polri yang dewasa dan terus-menerus berkomitmen melakukan perubahan lebih baik di internal Korps Bhayangkara,” katanya.

Baca Juga: Miris, Sebagian Besar Korban Perdagangan Ginjal Ilegal adalah Orang yang Terkena PHK

Finalis SUCI 7 berhasil jadi juara pertama

Halaman:

Tags

Terkini