Polri Gelar Stand Up Comedy, Apa Kata Komika Soal Polri Tak Buka Rekrutmen untuk Difabel?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 25 Juli 2023 | 12:27 WIB
Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77, Polri menggelar kompetisi stand up comedy. (Polri.go.id)
Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77, Polri menggelar kompetisi stand up comedy. (Polri.go.id)

Kompetisi stand up comedy yang digelar oleh Polri ini diikuti oleh 320 komika dari berbagai daerah di Tanah Air. Lalu, dari ratusan komika tersebut, hanya ada 50 orang yang masuk babak 50 besar dan melakukan kompetisi secara online.

Setelah itu dipilih lagi 15 kontestan untuk masuk babak 15 besar yang berlangsung di Jakarta pekan lalu. Akhirnya hanya ada lima komika terpilih yang “bertarung” di babak Grand Final.

Kelima komika ini harus membawakan materi secara langsung di depan Kapolri Jenderal Sigit.

Beberapa pejabat utama Polri lain tampak menghadiri acara tersebut. Di antaranya Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto, Dirtipidnarkoba Bareskrim Brigjen Pol. Mukti Juharsa hingga Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus.

Deswin Faqih, yang merupakan komika finalis Kompetisi SUCI 7 Kompas TV, berhasil menjadi pemenang. Ia berhak mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp50 juta.

Sementara pemenang kedua dan ketiga mendapat hadiah uang Rp25 juta dan peserta lainnya Rp10 juta.

Salah satu materi Deswin yang mendapat banyak tepuk tangan adalah mengenai kakaknya yang buta, tetapi ingin menjadi polisi.

“Sebenarnya saya ada satu misi untuk hadir di sini. Saya ingin cerita sama bapak-bapak kalau saya punya kakak buta. Kakak saya itu buta, tapi pengen banget jadi polisi,” ceritanya.

Ia lalu mempertanyakan mengapa Polri tidak pernah membuka rekrutmen untuk para difabel agar bisa masuk institusi kepolisian.

Baca Juga: Hati-Hati, Beredar Email Palsu Berisi Tagihan Kurang Bayar Pajak Mengatasnamakan Ditjen Pajak

“Karena difabel ini meskipun banyak kekurangan, tapi pasti ada kelebihan. Direkrut lah kelebihan itu, dimasukkan ke bagian intel.

"Jadi, kalau nyamar bisa jadi pengemis, nggak ada yang ngeh,” ujarnya yang langsung disambut tawa para penonton.

Sebagai penutup, Dewsin berkata, “Saya yakin teman-teman difabel ini tulus ingin mengabdi, Pak. Karena banyak oknum-oknum yang badannya sehat, tapi hatinya cacat.”

Semoga masukan-masukan dalam bentuk candaan dari para komika di acara Grand Final Stand Up Comedy dan Festival Musik ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk institusi Polri, ya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Instagram @mabespolrinews, Polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X