news

Siapa Bilang Banyak Karyawan Merasa Terancam dengan Penggunaan AI? Survei Buktikan Sebaliknya!

Minggu, 30 Juli 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi: Banking adalah salah satu bidang pekerjaan yang paling terpapar AI, tetapi menganggapnya lebih menguntungkan daripada merugikan. (Unsplash/Growtika)

PejuangKantoran.com - Banyak karyawan yang memanfaatkan AI untuk pekerjaan tidak merasa akan muncul risiko AI di masa depan, khususnya pada pekerjaan mereka.

Penemuan baru yang diterbitkan oleh Pew Research Center, Rabu (26/7/2023) lalu ini kontras dengan peringatan para ahli bahwa pergolakan besar-besaran akan terjadi mengingat risiko AI di masa sepan.

Lebih dari 30% pekerja di bidang IT mengatakan, AI akan lebih membantu daripada merugikan dalam 20 tahun ke depan. Bandingkan dengan 11% karyawan yang mengatakan AI akan lebih merugikan.

Baca Juga: 3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru

Temuan ini senada dengan jajak pendapat Washington Post-Ipsos, musim semi lalu. Menurut 78% pekerja, kemungkinan besar pekerjaan mereka tidak akan terhapus dalam 20 tahun ke depan oleh teknologi baru, otomatisasi, robot, atau kecerdasan buatan.

Studi Pew terbaru ini menyoroti bagaimana karyawan di Amerika merasakan bahwa ancaman teknologi suatu hari nanti akan mengambil alih pekerjaan mereka.

Temuan ini dirilis saat minat terhadap AI meningkat, di mana ChatGPT menimbulkan gelombang di industri kerah putih. Beberapa karyawan sangat antusias dengan potensi teknologi untuk mengotomatisasi tugas-tugas yang membosankan, dan memicu solusi kreatif untuk masalah.

Namun teknologi ini juga menimbulkan pertanyaan hukum dan keamanan bagi perusahaan, dan menimbulkan keresahan tentang potensinya untuk menggantikan karyawan.

Pekerjaan yang paling terpapar AI

Penelitian Pew menilai jumlah "paparan" pekerjaan karyawan terhadap kecerdasan buatan. Jika teknologi mampu melakukan aktivitas paling penting sepenuhnya, pekerjaan mereka dianggap "lebih terpapar" AI.

Sekitar seperlima karyawan AS memiliki pekerjaan dengan paparan tinggi, termasuk paralegal, pembuat pajak, pengembang web, teknisi perangkat keras komputer, dan analis kredit.

Baca Juga: 7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter

Hampir seperempat karyawan (23%) bekerja dalam tugas yang "paling tidak terpapar" AI, termasuk petugas pemadam kebakaran, asisten perawat, petugas kebersihan, pencuci piring, dan pekerja penitipan anak.

Orang-orang di sektor di mana AI mungkin sudah digunakan untuk membantu pekerjaan, melihat efek yang lebih menguntungkan saat ini.

Ini kebalikan dari bagaimana adopsi teknologi tempat kerja baru secara historis dibuka, kata Rakesh Kochhar, peneliti senior di Pew yang menulis laporan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini