Meskipun gedung perkantoran modern melarang karyawannya merokok di dalam ruangan, tetapi ada beberapa sumber polusi lain yang bisa terjadi dari dalam.
Misalnya saja akibat aktivitas di dalam pantry, seseorang yang menggunakan vape, atau bahkan debu dari furniture, karpet, dan barang-barang dalam ruangan lainnya.
Namun, sumber polusi dari dalam ruangan sebenarnya tidak separah paparan polusi udara dari luar ke dalam kantor terpapar seperti yang terjadi saat ini.
Dengan kata lain, sumber polusi udara terbesar di dalam kantor sejauh ini adalah polusi dari luar ruangan.
Polusi dari luar ruangan bukan masuk melalui jendela—yang tidak pernah dibuka, lobi, atau lift, melainkan dari sistem udara sentral atau AC.
Ini karena gedung perkantoran dirancang tanpa sistem penyaringan udara yang tepat (seperti pemurni udara bawaan) yang sangat penting di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang polusi udaranya tinggi.
Baca Juga: Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Kamu Hanya Makan Junk Food dalam Seminggu
Cara kerja bangunan adalah memompa udara "baru" dari luar ke dalam gedung sepanjang hari untuk menggantikan udara "lama" yang ada di dalam.
Jika gedung tersebut memiliki sistem penyaringan yang buruk dan polusi di luar sangat tinggi, itu berarti semua polusi dari luar ruangan akan masuk ke kantor dan ruang kerja.
Gambaran kantor yang tidak sehat di Jakarta
Sebuah kantor di Kuningan, yaitu rumah dari biro iklan multinasional, baru selesai dibangun pada 2020. Jadi, usianya baru tiga tahun. Namun, saat polusi udara pada Juli 2023 sangat tinggi di Jakarta, polusi udara di dalam kantor juga sangat tinggi.
Puncak angka konsentrasi PM2.5 di dalam kantor ini selama jam kerja adalah 68 µg/m3 atau 6x di atas “Baik”.
Lalu, sebuah kantor di bagian lain Kuningan, yaitu rumah sebuah startup, memiliki usia sudah lebih dari 25 tahun. Pada Juli 2023, puncak angka konsentrasi PM2.5 di dalam kantor ini selama jam kerja adalah 49 µg/m3 atau 4x di atas “Baik”.
Beralih ke Sudirman, ada kantor sebuah perusahaan pelayaran multinasional, yang juga baru selesai dibangun pada 2020.
Data dari Juni 2023 menyebutkan bahwa puncak angka konsentrasi PM2.5 di sana selama jam kerja adalah 53 µg/m3 atau 4x di atas “Baik”.