PejuangKantoran.com - Maskapai penerbangan Korea Utara, Air Koryo, melakukan perjalanan internasional pertamanya sejak dimulainya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.
Data penerbangan menunjukkan bahwa pesawat penumpang Air Koryo terbang dari Pyongyang ke Beijing pada Selasa (22/8/2023) lalu. Ini menjadi penerbangan komersial pertama dalam lebih dari tiga tahun.
Namun, kemungkinan penerbangan pertama tersebut merupakan penerbangan khusus untuk mengangkut kembali warga Korea Utara yang terdampar di Tiongkok karena penutupan perbatasan yang berkepanjangan.
Baca Juga: Monash University, Indonesia luncurkan Beasiswa Indonesia Inspire Doctoral Scholarship
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan, pekan ini negaranya telah memberikan izin untuk penerbangan dari maskapai penerbangan milik pemerintah tersebut.
Air Koryo juga akan mengoperasikan penerbangan pada 25 dan 28 Agustus 2023 ke Vladivostok, Rusia, dari Pyongyang, menurut NK News, layanan spesialis di Korea Utara.
Air Koryo disebut sebagai maskapai terburuk di dunia
Sebelum vakum selama lebih dari tiga tahun dan akhirnya kembali melakukan penerbangan, Air Koryo sebelumnya disebut sebagai salah satu maskapai penerbangan terburuk di dunia.
Air Koryo adalah maskapai penerbangan Korea Utara, yang berkantor pusat di Sunan-guyŏk, Pyongyang.
Berbasis di Bandar Udara Internasional Pyongyang (IATA: FNJ), maskapai ini mengoperasikan layanan charter dan terjadwal internasional ke berbagai tujuan di Asia serta penerbangan atas nama Pemerintah Korea Utara.
Layanan terjadwal hanya dioperasikan dari Pyongyang ke Beijing, Chongjin, Makau, Samjiyon, Shenyang, dan Vladivostok.
Baca Juga: Polemik Wine Nabidz yang Disebut sebagai Wine Halal, Ini Kata Kemenag hingga MUI
Tujuan tambahan yang tidak tercantum di situs web merupakan layanan sewa atau layanan sewa musiman juga disertakan.
Sementara di Korea Selatan, maskapai penerbangan Korea Utara seperti Air Koryo dilarang masuk berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional negara tersebut.
Negara ini tunduk pada pembatasan di bawah Lampiran B Daftar Keamanan Udara Uni Eropa karena masalah keamanan.