news

Apa Jadinya bila Tumpukan Sampah di Bantar Gebang Setinggi Gedung 16 Lantai?

Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:03 WIB
sampah yang menggunung (Anna Tarazevich /Pexels)

PejuangKantoran.com - Hingga sekarang, Indonesia masih berjuang menuntaskan masalah sampah. Di Ibu Kota Jakarta, pengangkutan sampah menuju ke Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Tiap hari ada 8.000 ton sampah dari Jakarta yang dibuang ke Bantar Gebang," kata Kepala Subdirektorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ujang Solihin Sidik saat berbicara pada acara "Super Indo Inspiration Day", di Menara Bidakara Jakarta,  Rabu (23/8/2023).

Ujang Solihin Soleh yang karib disapa Usos itu menyebut bahwa saat ini tumpukan sampah di Bantar Gebang sudah setinggi gedung bertingkat 16 lantai.

Baca Juga: Pasangan Off-screen Bryan Domani dan Mawar Eva de Jongh Kembali Dipasangkan di Film Galaksi

Tumpukan itu sudah jelas berbahaya bagi warga sekitar apabila terjadi longsor. Sampah di Bantar Gebang juga menjadi pemicu polusi udara dan pencemaran air serta tanah. Usos menambahkan juga bahwa kapasitas tampung TPSA Bantar Gebang terkini hanya tinggal 10 persen.

"Oleh karena itulah, mengelola sampah hingga tidak tiba di TPSA menjadi penting," tutur Usos.

Di Jakarta, dari 8.000 ton sampah yang dikirim ke Bantar Gebang, hanya 80 juta ton sampah yang baru bisa dikelola dengan konsep reduce, recycle, dan reuse (3R).

Pemerintah, ujar Usos, melalui berbagai kebijakan mengajak para pemangku kepentingan beserta masyarakat mengelola sampah dengan bijak.

"Pemerintah mengajak juga usaha ritel seperti Super Indo mengelola sampah," kata Usos.

Sementara itu, General Manager Corporate Affairs and Sustainability Super Indo Yuvlinda Sutanta dalam kesempatan sama mengatakan pihaknya sudah menjalankan banyak kegiatan bertema lingkungan hidup.

Baca Juga: Maskapai Penerbangan Korea Utara, Air Koryo, Kembali Beroperasi Pasca Pandemi Covid -19

Kebijakan penggunaan dus karton sebagai pengganti kantong belanja plastik serta pengelolaan sampah kelebihan makanan adalah dua contoh. Sejak pandemi Covid 19 melanda empat tahun silam, Super Indo sudah menyisihkan sayur, buah, daging, serta ikan yang sudah tidak bisa dijual tapi masih bisa dimakan untuk menjadi makanan hewan peliharaan di kebun-kebun binatang.

'Kami bekerja sama dengan pengelola kebun binatang," tutur Yuvlinda.

Yuvlinda mengatakan setiap hari, pengelola kebun binatang mengambil sampah sisa makanan di titik-titik pengambilan di Super Indo. Sampai sekarang, tercatat ada tiga pengelola kebun binatang masih bekerja sama yakni Gembira Loka Yogyakarta, Cikananga Bogor, dan Solo Safari. "Hingga kini, kerja sama itu masih berjalan," pungkas Yuvlinda Sutanta.

Halaman:

Tags

Terkini