PejuangKantoran.com - Rumah mode Dior meluncurkan Dior Café, pop-up store bertema Natal di jaringan toko Harrods di Knightsbridge, kawasan West End, London. Salah satu menu yang dijual adalah gingerbread (kue jahe) yang dibuat dengan edisi terbatas oleh perusahaan kue Biscuiteers. Namun tidak sembarang orang mau membeli kue kering ini, karena Dior menjual kue jahe ini seharga Rp1,3 jutaan (70 poundsterling).
Paket kue jahe ini terdiri atas sembilan biskuit dengan bentuk busana dan aksesori Dior seperti gaun, jas, dan tas tangan. Makanan ringan lain yang dijual di toko pop-up ini adalah omelet bertabur caviar seharga Rp382.000 (20 poundsterling), dan menu kopi -di antaranya double espresso- seharga Rp124.000 (6,5 poundsterling). Namun kue jahe seharga Rp1,3 juta itulah yang mencuri perhatian.
Sebagian orang menyebut kue jahe ini terlihat enak, kemasannya cantik, dan logo Dior yang menyertai kue itu menjadi daya tarik utamanya. Kapan lagi bisa memakai atau mengonsumsi produk keluaran desainer, ya kan? Namun keputusan Dior menjual kue jahe seharta Rp1,3 juta tetaplah membuat sebagian orang yang lain kesal.
Baca Juga: Weekend Berdaya: Workshop Membuat Fashion Lookbook Bersama Chris Bunjamin
Pelanggan mengecam rumah mode Perancis itu karena harganya yang tidak terjangkau, di tengah krisis biaya hidup yang meningkat belakangan ini. Harganya dianggap berlebihan, padahal banyak orang “tidak mampu menyediakan pemanas di rumahnya”.
“Walaupun saya punya uang, tapi saya tidak akan membelinya. Saya nggak terima biskuit dihargai 70 poundsterling,” tulis Sayka melalui kolom komentar akun TikTok Loveluxury.co.uk.
Komentar lain mengatakan bahwa mereka harus menggunakan uang untuk menggunakan pemanas ruangan, dan tidak akan mampu membeli kue jahe Dior yang tergolong barang mewah hari-hari ini. “Barangkali ongkos membuatnya saja cuma 2 poundsterling (Rp38.000),” balas yang lain.
Baca Juga: Survei: 39 Persen Karyawan Bercinta di Jam Kerja Saat WFH!
Memaksakan diri membeli kue jahe seharga Rp1,3 juta itu dianggap tidak masuk akal. Ketimbang membeli kue jahe tersebut, lebih baik membeli kue kering dari Mark&Spencer saja, saran komentator lain
Pengguna Tiktok juga mempertanyakan untuk apa toko ritel fashion itu membuat video review kue jahe milik Dior. “Apakah (kue-kue itu) memang layak (di-review)? Kue kering apa yang harganya 70 poundsterling?”
Hm… kekesalan mereka bisa dipahami. Namun dengan membaca komentar-komentar itu saja, sebenarnya sudah jelas bahwa mereka bukanlah target pasar Dior. Bukan begitu?