news

Elon Musk Bakal 'Patuh' Hasil Polling Buat Resign Jadi Bos Twitter, Tapi Ada Syaratnya

Kamis, 22 Desember 2022 | 06:51 WIB
Elon Musk telah mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai chief executive officer (CEO) Twitter.

Kebingungan dan kekacauan di Twitter membuat beberapa investor Tesla khawatir bahwa Musk terlalu teralihkan untuk memimpin kedua perusahaan. Perusahaan mobil listrik menyumbang sebagian besar kekayaan Musk, tetapi Twitter telah menghabiskan  jadwal Musk. Saham Tesla telah turun 56 persen tahun ini, dengan beberapa investor menyarankan Musk perlu berhenti mencoba menyulap kedua operasi tersebut.

Salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey, yang sebelumnya menyuarakan dukungan untuk pengambilalihan platform oleh Musk, mempertanyakan kebijakan tersebut, dengan mengatakan di Twitter bahwa itu "tidak masuk akal."

Orang lain yang mendukung tawaran Musk untuk Twitter tampak frustrasi dengan keputusan tersebut. Kapitalis ventura Paul Graham menulis tentang kebijakan tersebut, "Ini yang terakhir. Saya menyerah."

Baca Juga: Agar Karyawan Kerja Keras, Elon Musk Disebut Bikin Kamar Tidur Dadakan di Kantor Twitter

Tweet itu, juga menjelaskan bagaimana orang dapat menemukannya di situs media sosial saingan Mastodon, memicu penangguhan singkat akun Twitter Graham.

Musk menawarkan permintaan maaf yang jarang terjadi sebagai tanggapan atas protes tersebut.

"Ke depan, akan ada pemungutan suara untuk perubahan kebijakan besar. Saya minta maaf. Tidak akan terjadi lagi," cuit Musk.

Tiga menit kemudian, Musk meluncurkan jajak pendapat yang menanyakan apakah sudah waktunya dia mundur sebagai kepala Twitter, dan berjanji untuk mematuhi hasil jajak pendapat.

Halaman:

Tags

Terkini