PejuangKantoran.com - Beberapa hari terakhir ini, persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menghadirkan saksi ahli dari psikologi forensik.
Ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani yang mewakili Putri Candrawathi tampak beradu keahlian dengan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel yang didatangkan oleh penasihat hukum Bharada E.
Reni Kusumowardhani -yang juga Ketua Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)- menilai keterangan Putri Candrawathi soal dugaan pelecehan seksual kredibel dan bisa dipercaya.
Pendapat ini dipatahkan oleh Reza Indragiri Amriel, yang mengatakan bahwa untuk membuktikan kasus pemerkosaan diperlukan disiplin kedokteran yang kompeten berupa visum.
Baca Juga: Erina Gudono Pernah Bekerja sebagai Finance Analyst. Yuk, Kenali Peran Finance Analyst Ini!
Terlepas dari pendapat siapa yang benar, ada yang menarik dari profesi ahli psikologi forensik ini. Mengapa seorang psikolog turut dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus pembunuhan? Apa sebenarnya ilmu psikologi forensik itu?
Psikologi forensik adalah bidang keilmuan yang menggabungkan praktik psikologi dan hukum dengan memanfaatkan keahlian psikologis dalam sistem peradilan.
Kata “forensik” berasal dari kata Latin “forensic”, yang berarti "forum", atau sistem pengadilan Roma Kuno. The American Board of Forensic Psychology menggambarkan bidang ini sebagai penerapan psikologi pada isu-isu yang melibatkan hukum dan sistem hukum.
Peran psikologi forensik
Dalam kasus-kasus kematian, otopsi psikologi sering dilakukan untu mencaritahu apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan korban sebelum meninggal.
Hasil otopsi bisa dipakai untuk mendapat gambaran tentang profil kepribadian dan permasalahan yang dihadapi korban sebelumnya untuk memprediksi penyebab kematian.
Baca Juga: Nepo Babies dan Anak-anak Selebriti yang Raih Kesuksesan Berkat Nama Besar Orangtuanya
Selain itu juga untuk mengetahui kondisi psikologis korban apakah terkait dengan pembunuhan, bunuh diri, kecelakaan, atau penyebab kematian tidak wajar lainnya.
Biasanya otopsi psikologi ini dilakukan atas permintaan keluarga yang ingin memahami kematian anggota keluarga mereka.
Itu sebabnya psikologi forensik didefinisikan sebagai persimpangan antara psikologi dan hukum, karena psikolog forensik dapat melakukan banyak peran.