news

Mengapa Jumlah Lembaran Uang Angpao Harus Genap, dan Berapa Jumlah Uang yang Disarankan?

Sabtu, 21 Januari 2023 | 22:18 WIB
Ilustrasi: Lembaran uang untuk angpao sebaiknya berjumlah genap. (Canva)

PejuangKantoran.com - Saat Tahun Baru Imlek, ada tradisi untuk memberikan angpao kepada orangtua dan anak-anak. Yang disebut angpao atau angpau sebenarnya adalah amplop merah yang digunakan, bukan uangnya.

Angpow dalam bahasa Hokkien (juga sering dilafalkan angpao), atau hongbao dalam bahasa Mandarin, adalah hadiah berupa uang yang diberikan saat Tahun Baru Imlek, ulang tahun, atau pernikahan di China, sebagai cara untuk mengirimkan ucapan selamat.

Arti penting amplop merah adalah kertas merahnya, bukan uang di dalamnya. Warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

Baca Juga: Karier dan Percintaan buat Shio Kelinci, dan Perubahan Besar yang Harus Dihindari di Tahun Kelinci Air

Membungkus uang keberuntungan dalam amplop merah diharapkan dapat memberikan lebih banyak kebahagiaan dan berkah bagi penerimanya.

Angpao biasanya diberikan kepada anak-anak atau orang tua pada Malam Tahun Baru Imlek atau tepat pada Hari Tahun Baru Imlek, sambil memberikan doa yang terbaik bagi orangtua dan kakek-nenek mereka.

Sebagai imbalan, penerima angpao mendoakan tahun yang aman, damai, dan memberi keberuntungan.

Orangtua dan kakek nenek juga menerima angpao yang diberikan oleh anak atau cucu mereka yang sudah dewasa sebagai cara untuk mengirimkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kesehatan kepada mereka.

Jumlah uang untuk angpao

Sebenarnya tidak ada patokan khusus mengenai jumlah uang yang akan diberikan sebagai angpao. Sebagian orang memberikan dengan jumlah sesuai kondisi dompet. Yang membuat penerimanya senang pun bukan jumlahnya, melainkan uangnya yang masih gres.

Namun ada juga warga keturunan Tionghoa yang masih mempertahankan kepercayaan mengenai jumlah uang yang diberikan. Nina, warga BSD, Tangerang Selatan, mengatakan bahwa jumlah lembaran uang untuk angpao sebaiknya genap.

“Misalnya dua lembar, enam lembar, atau delapan lembar. Usahakan menghindari angka 4, karena itu lafalnya ‘shi’, mirip kata shi yang artinya kematian,” ujarnya.

Genap juga menandakan suang, yang artinya kembar. Harapannya, semua yang ada hubungannya dengan perayaan itu bermakna kembar alias berlipat ganda. Misalnya, berkat kembar atau rezeki yang kembar.

Baca Juga: Hidden Gems di Bali, Liburan Seru Saat Long Weekend Imlek 2023

Jumlah lembaran uang sebaiknya tidak ganjil, karena angka ganjil biasa diberikan untuk keperluan phe pau atau uang duka.

Halaman:

Tags

Terkini