PejuangKantoran.com - Gen Z, generasi yang lahir pada rentang waktu 1997 hingga ke depan tetap berpeluangan berinvestasi, termasuk di bisnis perdagangan berjangka.
Gen Z bahkan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi di bisnis perdagangan berjangka.
"Gen Z wajib mengikuti syarat untuk ikutan di bisnis perdagangan berjangka," kata Senior Analyst Rifan Financindo Berjangka (RFB), sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis perdagangan berjangka, Syaiful Bachri, pada Jumat (27/10/2023) di Jakarta.
"Salah satunya adalah Gen Z harus memiliki modal awal minimal Rp 100 juta," ucap Syaiful Bachri saat menjelaskan paparan kinerja Q3 dan layanan kerja Rifan Financindo Berjangka atau RFB sepanjang 2023.
Penjelasan Syaiful menunjukkan bahwa bisnis perdagangan berjangka adalah bisnis dengan risiko tinggi tapi sekaligus menghasilkan perolehan yang tinggi atau high risk, high return.
Faktanya, ada Gen Z yang memang mampu menyediakan modal awal Rp 100 juta.
Akan tetapi, lebih banyak Gen Z yang belum mampu menyetor dana dalam jumlah Rp 100 juta.
Maka dari itulah, berlandaskan alasan modal, kata Syaiful, Gen Z belum cocok di bisnis perdagangan berjangka.
Tak boleh rakus
Syaiful lebih lanjut menitipkan pesan bagi Gen Z dalam berkecimpung di bidang investasi.
"Pesan ini berlaku bagi Gen Z untuk berinvestasi di bidang apa pun, tak hanya di perdagangan berjangka," ujar Syaiful Bachri.
Pertama, Gen Z harus memahami edukasi tentang investasi yang hendak dijalankan.
Kedua, Gen Z harus tetap berkomunikasi dalam mengelola investasi.
Ketiga, Gen Z tak boleh rakus dalam berinvestasi, termasuk di bisnis perdagangan berjangka, ingin cepat-cepat meraih keuntungan sebesar-besarnya.