PejuangKantoran.com - Apa tujuanmu dalam bekerja? Ingin mendapatkan uang? (Tentu saja!) Ingin menambah pengalaman? Ingin memiliki jabatan tertentu? Kamu bisa memiliki tujuan apa pun asalkan jangan ingin selalu “menang” saat bekerja.
Menurut penulis buku terlaris dan pakar kepemimpinan Simon Sinek, jika tujuanmu bekerja berpusat pada keinginan untuk "menang" dalam sesuatu, kamu berada dalam masalah.
Daripada ingin selalu “menang”, ia merekomendasikan untuk menetapkan tujuan yang lebih berfokus pada proses peningkatan diri daripada hasil spesifik dari skenario di masa depan.
"Tidak ada yang namanya menang. Memang, ada baiknya memiliki tujuan dan tidak masalah dengan memiliki target. Namun, hal yang lebih penting adalah, apa momentum dirimu?" kata Simon baru-baru ini di pertemuan World Business Forum 2023
Terus-menerus berusaha mengalahkan pesaingmu adalah latihan yang sia-sia. Ini karena tempat kerja dan kehidupan sehari-hari bukanlah olahraga yang ada menang dan kalah.
Dalam bisnis misalnya, berapa pun yang kamu hasilkan, pasti ada orang lain yang mungkin memiliki hasil lebih banyak atau bahkan lebih sedikit. Jadi, tidak perlu dicari siapa yang menang dan kalah dari segi penghasilan.
Baca Juga: Menolak Undangan Perayaan Natal Tak akan Membuat Tuan Rumah Tersinggung. Ini Alasannya!
Tetap harus bekerja keras untuk maju
Meskipun sebaiknya tidak memiliki keinginan untuk selalu menang, bukan berarti kamu tidak boleh bekerja keras untuk maju.
Simon menyarankan untuk membuat tujuan yang berakar pada "pola pikir tanpa batas". Ini akan terus bekerja, tetapi bukan karena ingin menang, melainkan untuk pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan bagi diri sendiri.
Misalnya seperti ini: Daripada berusaha bekerja keras untuk menjadi karyawan terbaik bulan ini, pertimbangkan keterampilan apa yang bisa membawamu pada kesuksesan yang dapat lebih diakui, seperti manajemen waktu, kerja sama tim, atau layanan pelanggan.
Berfokus hanya untuk mengasah keterampilan tersebut dapat menguntungkan dirimu secara lebih menyeluruh.
Bonusnya, kamu mungkin masih bisa memenangkan penghargaan karyawan terbaik, tetapi kamu tidak akan terlalu frustrasi jika orang lain yang terpilih.
Artikel Terkait
Tawaran PHK Karyawan Nestlé Katanya Sudah Diterima, Kenapa Masih Ada Aksi Demonstrasi?
Modus Penipuan Baru (Lagi), Video Call dari Nomor Tak Dikenal Bisa Berakhir dengan Pemerasan!
Banyak Orang Indonesia Pindah Kewarganegaraan Singapura, Apa Syarat Menjadi Warga Negara Singapura?
Pegipegi Tutup Setelah 12 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Tiket yang Terlanjur Dibeli Pelanggan?
Umat Islam Kecewa Ka’bah Ditutup, Ini Momen Bersejarah Lain saat Kiblat Umat Islam Tak Bisa Diakses
Ini Uang Logam Rp500 dan Rp1.000 yang Ditarik Bank Indonesia, Kamu Masih Punya Nggak?
Kaum Milenial dan Gen Z Mulai Penasaran dengan Berita Politik, Apa Saja Dampak untuk Politik Indonesia?
Erick Thohir Bicara Soal Mafia Bola: "PSSI Transparan Dan Siap Diperiksa Jika Diperlukan"
Mafia Bola Tak Lagi Sulit Disentuh, Erick Thohir: Bukti Jokowi dan Kapolri Serius Jalankan Amanat FIFA
Gubernur Jepang Kengo Oishi Diminta Mundur Usai Bolos Kerja demi Menonton Cristiano Ronaldo Bertanding