Utang Konsumtif Pejuang Kantoran Dekat dengan Gaya Hidup

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Februari 2024 | 18:25 WIB
Ilust. Pekerja yang pusing membagi uang gaji buat kebutuhan keluarga (Ist.)
Ilust. Pekerja yang pusing membagi uang gaji buat kebutuhan keluarga (Ist.)

PejuangKantoran.com - Utang konsumtif pejuang kantoran atau pekerja kantoran lekat dengan gaya hidup.

Gaya hidup, dalam telusuran riset lembaga perbankan asal Singapura OCBC termasuk gengsi dan kebutuhan hidup pejuang kantoran.

Riset dari Weforum mencatatkan informasi bahwa pembiayaan utang konsumtif oleh pejuang kantoran berasal dari gaji atau pendapatan bulanan.

"Jangan sampai utang konsumtif menggerus gaji atau pendapatan," kata hasil riset itu.

Utang konsumtif, secara garis besar memang hanya digunakan untuk biaya hidup pejuang kantoran dari gaji.

Utang konsumtif tidak berfungsi menambah penghasilan lebih banyak.

Lantaran itulah, utang konsumtif berbeda dengan utang produktif.

Utang

Tantangan di terbesar bagi pejuang kantoran atau pekerja kantoran adalah pengelolaan uang gaji atau uang pendapatan hasil kerja.

Pasalnya, lebih dari 50 persen masalah keuangan pekerja kantoran adalah pengelolaan utang dari uang hasil kerja atau uang gaji

Weforum dalam riset termutakhirnya menyebut adalah hal bijaksana bagi pekerja kantoran atau pejuang kantoran untuk mengelola uang gaji atau uang pendapatan atau uang penghasilan agar tidak terjebak pada utang.

Pesannya menjadi jelas bahwa pekerja kantoran atau pejuang kantoran harus cermat dalam melakukan pengelolaan utang.

Utang akan berisiko mengurangi uang gaji, kata riset weforum tersebut.

Dalam catatannya, OCBC, membeberkan utang dari segi kegunaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X