PejuangKantoran.com - Sukuk Tabungan seri ST012 yang diterbitkan oleh pemerintah sejak Jumat, 26 April 2024, akan berakhir masa pemesanannya pada Rabu, 29 Mei 2024.
Itu artinya, masih ada waktu tiga hari jika kamu berminat untuk membeli produk investasi syariah ini.
Sekadar mengingatkan, Sukuk Tabungan ST012 ditawarkan dengan dua tenor, yaitu 2 tahun (ST012T2) dengan imbal hasil 6,40% per tahun, dan 4 tahun (ST012T4) dengan imbal hasil 6,55% per tahun.
Baca Juga: Mengapa Olivia Tommy Masterchef Indonesia Suka Mengurangi Bumbu saat Memasak Makanan Rumahan?
Imbal hasilnya bersifat mengambang dengan batasan minimal (floating with floor), yang artinya jika suku bunga acuan BI naik maka imbal hasil ST012 ikut naik.
Namun seandainya Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, nilai kupon ST012 tidak akan turun dari batas bawah (floor) yang sudah ditetapkan, yaitu 6,40% (ST012T2) dan 6,55% (ST012T4).
Nilai kupon tersebut membuat imbal hasil ST012 lebih tinggi daripada bunga deposito bank BUMN yang biasanya di kisaran 3-4% per tahun.
Investor akan menerima kupon tersebut setiap tanggal 10 setiap bulan, di mana kupon pertama akan dibagikan pada 10 Juli 2024 (long coupon) hingga jatuh tempo sesuai tenor yang dipilih.
Kuota pemesanan ditambah
Mengingat tingginya minat para investor, Rabu (22/5/2024) lalu pemerintah sudah menambah lagi kuota pemesanan ST012 menjadi sebesar Rp16 triliun.
Itu artinya, kuota sudah bertambah Rp6 triliun dari target awal penerbitannya. Hanya saja, begitu pemerintah menambah kuota pemesanan ST012, pada siang harinya kuota tersisa Rp892,17 miliar.
Baca Juga: Bukan Makan Siang Gratis, Ini Benefit Karyawan yang Dianggap Paling Menguntungkan Pekerja
Sisa kuota sebesar Rp892,17 miliar itu terbagi atas sekitar Rp351,96 miliar untuk tenor 2 tahun, dan sisanya Rp540,20 miliar untuk tenor 4 tahun. Lebih baik segera lakukan pemesanan sebelum kamu kalah cepat dari investor lain.
Hingga Rabu (22/5/2024) tengah hari lalu, pemesanan ST012 sudah tembus Rp15,10 triliun, di mana pemesanan ST012 tenor 2 tahun mencapai Rp11,15 triliun, dan pemesanan untuk tenor 4 tahun tercatat mencapai Rp3,96 triliun.
Fakta lain yang membuat investor memborong ST012 adalah karena hanya dengan minimal Rp1 juta dan kelipatannya mereka sudah bisa membeli produk investasi tersebut.
Artikel Terkait
6 Cara Mendapatkan Pekerjaan di Australia Menggunakan Working Holiday Visa, Sudah Teruji!
Namanya Berubah Jadi "Setan" akibat Autocorrect, Orang Ini Desak Microsoft Perbaiki Masalah
Di TikTok, Gen Z Sebut Pakai Ankle Socks Artinya Kamu Sudah Tua
Kenapa Kancing Kemeja Pria dan Wanita Letaknya Berbeda?
Scarlett Johansson Tuding OpenAI Meniru Suaranya untuk Asisten Suara ChatGPT Tanpa Izin
Percaya Nggak, Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh saat Kamu Membenci Pekerjaanmu
3 Juli, Jepang Bakal Ganti Uang Yen : Pertama Kali dalam 20 Tahun