Mengapa Olivia Tommy "Masterchef Indonesia" Suka Mengurangi Bumbu saat Memasak Makanan Rumahan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 27 Mei 2024 | 09:26 WIB
Olivia Tommy punya trik untuk memasak menu-menu rumahan yang lebih ber-value. (Instagram @olivia.mci8)
Olivia Tommy punya trik untuk memasak menu-menu rumahan yang lebih ber-value. (Instagram @olivia.mci8)

PejuangKantoran.com - Setelah mengikuti Masterchef Indonesia Musim ke-8, Olivia Tommy dikenal sebagai influencer yang sangat memperhatikan kesehatan dan kebugarannya.

Melalui akun Instagram-nya, kontestan asal Surabaya ini kerap membagikan resep-resep masakan sekaligus latihan kebugaran di gym.

Bahkan ketika kehamilannya sudah melewati trimester pertama, Olivia tetap nge-gym dan berolahraga. Ia merasa kedua hal ini sama pentingnya dan tidak terpisahkan.

Baca Juga: Bukan Makan Siang Gratis, Ini Benefit Karyawan yang Dianggap Paling Menguntungkan Pekerja

“Agar olahraga kita optimal, harus didukung dan disertai oleh pola makan yang baik dan benar. Makan makanan yang sehat, selain istirahat atau recovery yang cukup. Seperti apa pola makan yang baik?

"Jadi, apa yang kita konsumsi itu harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh seperti kebutuhan mikro dan makro,” ujar Olivia, saat talkshow “Entrasol Can Experience” di Kota Kasablanka, Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Zat gizi makro terdiri atas protein, karbohidrat dan lemak. Protein sangat berperan untuk tubuh karena merupakan komponen penyusun dalam tubuh. Apalagi, untuk dirinya yang suka berolahraga.

Protein penting untuk pembentukan otot dan mendukung kesehatan tulang. Sedangkan karbohidrat dan lemak penting karena keduanya merupakan sumber energi.

“Selain itu, ada juga micronutrient seperti mineral dan vitamin. Itu juga penting untuk tubuh dan bisa kita dapatkan dari buah-buahan, sayur-sayuran, susu atau keju!” ujar perempuan kelahiran Surabaya 13 Oktober 1996 ini.

Untuk memulai pola hidup yang lebih sehat, menurut Olivia yang paling utama adalah niat. Kalau belum apa-apa sudah memikirkan ribetnya, hal itu malah akan menghambat rencananya.

Baca Juga: 3 Juli, Jepang Bakal Ganti Uang Yen : Pertama Kali dalam 20 Tahun

“Pokoknya, dimulai saja dulu. Tidak perlu dibawa serius sampai memikirkan berapa kalori, atau kalau diet itu harus makan yang plain-plain dan rendah kalori. Nggak usah sampai sejauh itu!” tukasnya.

Ada beberapa tips dan triks yang ia bagikan bagi para pemula yang ingin menerapkan pola hidup sehat. Pertama, memulai dari step yang paling sederhana terlebih dahulu.

Saat memasak, misalnya. Perubahan bisa dimulai dari perlahan mengurangi bumbu-bumbu di dalam masakan.

“Seperti mengurangi garam atau gulanya saat memasak. Kurangi minyaknya. Yang awalnya terbiasa menggoreng deep fry, bisa dikurangi dengan pan fry dengan menggunakan sedikit minyak. Nanti, lama-lama mulut jadi terbiasa!”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X