PejuangKantoran.com - Hari ini, Kamis (4/7/2024) pukul 10.00, masa pemesanan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR013 sudah berakhir. Selamat buat kamu yang akhirnya berhasil membeli produk investasi untuk kali pertama!
Keseruan untuk mendapatkan passive income baru saja dimulai. Karena sesuai janji Kementerian Keuangan yang mengeluarkan investasi ini, para investor sudah bisa menerima kupon pertama pada 10 Agustus 2024.
Sekadar mengingatkan, kupon pertama SBR013 merupakan full coupon karena pembayaran kupon tersebut tepat sebulan dari tanggal settlement, yaitu 10 Juli 2024.
Baca Juga: 3 Skema Pemindahan ASN ke IKN, Ada Rekrutmen 40.021 Formasi CPNS di Pusat untuk Penempatan IKN
Dengan demikian, kupon pertama ini akan sama besarnya dengan kupon-kupon bulan berikutnya.
Hal inilah yang membedakan SBR013 dengan Sukuk Tabungan (ST) seri ST012 yang ditawarkan sebelumnya.
Imbal hasil pertama ST012 merupakan long coupon, karena dibagikan dengan jangka waktu lebih panjang dari kupon bulanan. Artinya, nilai imbal hasil yang diterima investor untuk pertama kali bisa lebih besar dari kupon bulanan.
Simulasi perhitungan imbal hasil SBR013
Nah, penasaran kan berapa kupon pertama SBR013 yang akan kamu dapat pada tanggal 10 Agustus mendatang?
Perlu kamu ingat pula, SBR013 memiliki fitur kupon Floating With Floor atau mengambang dengan batas minimal, dan akan terus berlaku hingga jatuh tempo. Sehingga, jika suku bunga acuan BI naik, kupon SBR013 berpotensi ikut naik.
Baca Juga: Inovasi Tiada Henti, Tekad Promedia Teknologi dalam Peringatan Ulang Tahun Ketiganya
Penyesuaian tingkat kupon setiap tiga bulan dengan spread tetap sebesar 20 bps (0,20%) atas suku bunga acuan yang berlaku.
Net Return SBR013 per bulan
Dengan fitur kupon Floating with Floor, tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama (10 Juli-10 Oktober 2024) adalah sebesar 6,45 persen untuk tenor 2 tahun (SBR013T2) dan 6,60 persen untuk tenor 4 tahun (SBR013T4).
Berikut simulasi perhitungan kupon per bulan setelah dikurangi pajak 10%:
Artikel Terkait
Mulai 1 Juli, Biaya Visa untuk Pelajar Internasional di Australia Naik Dua Kali Lipat
Apa Itu Family Office yang Sedang Digodok oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan?
Star Alliance dinobatkan sebagai Aliansi Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia
Lowongan Kerja EY sebagai Assurance Climate Change and Sustainability Services Associate Consultant
Lowongan Kerja PT Astra International Tbk Sebagai Sustainability Communication Analyst
Berapa Minimal Kekayaan Bersih yang Dibutuhkan Keluarga Kaya untuk Membangun Family Office?
Bukan Sekadar Keluarga Kaya, Ini Pertimbangan Sebelum Mendirikan Family Office
Anak Perusahaan Christian Dior Di Italia Dituduh Mengeksploitasi Tenaga Kerja Ilegal dari China