PejuangKantoran.com - Tahukah kamu ada tren di media sosial yang disebut sebagai “doom spending”?
Jika kamu suka menghambur-hamburkan uang untuk kebutuhan tersier, seperti pakaian desainer dan traveling, ini disebut dengan doom spending.
Menurut Psychology Today, doom spending terjadi ketika seseorang cenderung belanja impulsif atau tanpa pikir panjang, untuk menenangkan diri karena merasa pesimis dengan situasi ekonomi dan masa depannya.
Baca Juga: Milenial dan Gen Z yang Melakukan Tren “Doom Spending”, Hati-Hati Bisa Miskin Mendadak!
Dianggap sebagai Hal Biasa
Daivik Goel, pendiri perusahaan startup berusia 25 tahun yang tinggal di Silicon Valley, mengatakan bahwa dirinya sangat boros ketika bekerja sebagai product engineer di sebuah perusahaan startup biotek.
Kebiasaan ini berawal dari rasa ketidakpuasan terhadap pekerjaannya, dan juga tekanan dari rekan-rekannya. Menurutnya, semua itu bentuk keinginan untuk “melarikan diri”.
Ia dulu biasa menghabiskan uangnya untuk membeli pakaian desainer, produk teknologi terbaru, dan pergi minum-minum. Ia juga menyebut bahwa pemborosan adalah hal yang biasa di Silicon Valley.
Alasannya karena orang-orang ini menyadari bahwa menabung untuk membeli rumah akan memakan waktu yang sangat lama. Jadi, mereka membelanjakan uang untuk barang-barang lain yang bisa langsung dibeli.
Namun, sejak memulai perusahaan fintech pada 2023, kebiasaan doom spending yang dilakukannya telah hilang karena ia menemukan kebahagiaan dalam pekerjaannya.
Baca Juga: Ternyata Tak Perlu 10.000 Langkah Per Hari Untuk Sehat. Ini Rekomendasi Jumlah Langkahnya!
Kenali Hubungan Diri Kamu dengan Uang
Dosen keuangan Ylva Baeckström, menekankan pentingnya memahami hubungan dengan uang jika kamu ingin mengatasi pemborosan dan menghindari tren doom spending.
Ia menjelaskan bahwa hubungan kita dengan uang sama seperti hubungan dengan orang lain, yang dimulai sejak masa kanak-kanak dan membuat orang membentuk berbagai jenis keterikatan.
“Jika kamu merasa memiliki keterikatan yang aman dengan uang, kamu bisa melakukan evaluasi yang baik terhadap sesuatu.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Pamit dan Minta Maaf pada Komisi I DPR: “Saya Merasa Didukung Sepenuhnya”
Kapan Seleksi PPPK 2024 Dibuka? Ketahui Dulu Formasi yang Tersedia dan Syarat untuk Mendaftar!
Banyak Keuntungan Menjadi PPPK, tapi Pastikan Kamu Tahu Beda PPPK dan PNS
Diputar di Jakarta World Cinema, Brief History of A Family Angkat Sisi Misterius dari Keluarga Harmonis
Brightspot Market Hadir di Mal Tertinggi di Jakarta Saat ini, Agora Mall
Tren Crunch Culture: Dampak Positif dan Negatif di Kalangan Pekerja
Google Bikin Game Doodle Popcorn, Bisa Main Sendiri atau Bareng 59 Orang! Begini Cara Mainnya!