Cara Bijak untuk Berhenti dari Jebakan “Doom Spending”, Ternyata Mudah Saja!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 27 September 2024 | 22:10 WIB
Ilustrasi: Salah satu cara untuk mengurangi doom spending adalah dengan menghindari pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debet. (Freepik)
Ilustrasi: Salah satu cara untuk mengurangi doom spending adalah dengan menghindari pembayaran dengan kartu kredit atau kartu debet. (Freepik)

"Namun, jika kamu merasa tidak aman, maka akan lebih mudah terjebak dalam perilaku belanja yang tidak sehat,” ujarnya.

Perilaku ini berasal dari masa kecil, tak peduli kaya atau miskin. Namun, lebih berdasarkan bagaimana keluarga mereka mengelola uang dan siapa yang mengendalikannya.

Baca Juga: Sudah Dibuka untuk Umum, Ini Cara Berkunjung ke IKN!

Salah satu alasan orang bisa melakukan pemborosan adalah kurangnya literasi keuangan. Apalagi jika dibesarkan dalam keadaan miskin dan tidak ada seorang pun yang mendorongnya untuk menabung.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Samantha Rosenberg, salah satu pendiri dan COO Belong, sebuah platform yang membangun kekayaan, memberitahukan cara untuk mengatasi kebiasaan boros berlebihan ini.

Salah satunya dengan membuat transaksi menjadi lebih berat dan sulit sehingga kamu berpikir dua kali untuk belanja impulsif.

Menurutnya, belanja online dapat memperparah masalah belanja impulsif, sedangkan melihat barang secara langsung dapat mencegahnya.

“Hal-hal seperti memilih toko, bepergian ke sana, mengevaluasi barang secara langsung, dan kemudian harus mengantri untuk membelinya, akan membantu kamu berpikir ulang sehingga lebih kritis tentang pembelian,” katanya.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Bilang, Ini Hal Penting yang Harus Dimiliki Perusahaan Teknologi!

Selain itu, cobalah untuk mengatur notifikasi mobile banking yang akan membuat kamu sadar uang yang dihabiskan saat melihat transaksi yang masuk.

Samantha juga merekomendasikan untuk kembali menggunakan uang tunai. Ini karena metode nontunai bikin orang tanpa terasa terlalu mudah mengeluarkan uang karena tidak memegang uangnya secara fisik.

“Metode pembayaran ini mengabaikan emosi yang terkait dengan proses keputusan pembelian. Metode ini juga menghilangkan ‘rasa sakit’ saat menyerahkan uang,” jelasnya.

Jadi, untuk mengatasi pemborosan, Samantha menganjurkan untuk meningkatkan “rasa sakit” saat mengeluarkan uang. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X