Sukuk Tabungan ST013 Sudah Bisa Dibeli Mulai 8 November, Imbal Hasilnya Jauh di Atas Deposito!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 9 November 2024 | 13:53 WIB
Pemerintah menerbitkan Sukuk Tabungan ST013 dengan masa penaawaran mulai 8 November - 4 Desember 2024. (PejuangKantoran.com/Freepik-Rawpixel)
Pemerintah menerbitkan Sukuk Tabungan ST013 dengan masa penaawaran mulai 8 November - 4 Desember 2024. (PejuangKantoran.com/Freepik-Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Setelah pada pertengahan 2024 lalu pemerintah merilis Sukuk Tabungan seri ST012, mulai Kamis, 8 November 2024, investor bisa membeli Sukuk Tabungan ST013.

Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN ini cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi berbasis syariah, tetapi tetap aman karena dijamin oleh negara.

ST013 ditawarkan dengan imbal hasil minimal 6,4% untuk ST013 dengan masa tenor 2 tahun, dan 6,5% untuk ST013 tenor 4 tahun.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Fitur Limit Transaksi Kartu Debit Di Aplikasi Mobile Banking BRI

Beda dengan deposito, pajak imbal hasilnya pun hanya 10% atau lebih rendah daripada deposito. Kepemilikan ST013 juga bisa dijual sebelum jatuh tempo di periode early redemption sehingga lebih optimal daripada deposito.

Kelebihan ST013

1. Prinsip pengelolaan berbasis syariah

Karena instrumen investasi ini menggunakan prinsip pengelolaan berbasis syariah, ST013 bebas dari unsur nonhalal seperti riba (usury), judi (maysir), dan ketidakpastian (gharar).

Semua aturan tersebut sesuai dengan ketentuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

2. Tenor pendek dan menengah

Ada dua tenor yang ditawarkan, yaitu ST013-T2 dengan masa tenor 2 tahun dan ST013-T4 untuk tenor 4 tahun.

Baca Juga: Jangan Buka Tagihan Pajak dengan File APK, BRI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terkecoh

Selain waktu investasinya yang berbeda, perbedaan lainnya adalah jumlah maksimal pembeliannya. Untuk ST013-T2 maksimum pembeliannya Rp5 Miliar dan ST013-T4 sebesar 10 Miliar.

3. Jenis kupon mengambang

ST013 memiliki jenis kupon mengambang atau floating with floor. Ini artinya ada potensi kenaikan tingkat kupon seiring naiknya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), di mana imbal hasil bisa naik, tetapi tidak akan turun di bawah besaran kupon saat awal perilisan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Bareksa, tanamduit.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X