PejuangKantoran.com - Hakim kepailitan Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan Tupperware Brands. Ini tentu saja membuka jalan bagi perusahaan wadah makanan ikonik tersebut untuk segera keluar dari masalah kebrangkrutan yang dihadapi.
Selain itu, Tupperware juga masih bisa terus menawarkan produknya sembari menjalani revitalisasi yang diharapkan.
Penjualan yang telah mendapat lampu hijau dari pengadilan di Delaware ini masih tunduk pada persyaratan penutupan.
Baca Juga: Jangan Sampai Kamu Lebih Mementingkan Pekerjaan daripada Hubungan, Ini 7 Tandanya!
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, sekelompok pemberi pinjaman membeli nama merek Tupperware dan berbagai aset operasi.
Nilainya adalah $23,5 juta atau sekitar Rp373 miliar dalam bentuk tunai dan lebih dari $63 juta atau sekitar Rp1 triliun dalam bentuk keringanan utang.
Tupperware menyetujui pengambilalihan oleh pemberi pinjaman ini, yang juga merupakan peralihan dari lelang aset yang telah direncanakan sebelumnya.
Merek ini mengatakan, mereka berharap untuk beroperasi sebagai The New Tupperware Co. setelah kesepakatan ini selesai.
Untuk ke depannya, pelanggan di “pasar inti global” akan dapat membeli produk Tupperware secara online dan melalui jaringan konsultan penjualan independen yang telah berusia puluhan tahun.
“Namun, perusahaan baru ini nantinya akan ‘dibangun kembali dengan mentalitas start-up’,” kata perwakilan Tupperware.
Baca Juga: BRI Kurangi Kantor, Fokus pada AgenBRILink untuk Dorong Inklusi Keuangan
Pesta Tupperware
Tupperware pernah merevolusi industri wadah makanan hingga mengalami pertumbuhan yang sangat pesat pada pertengahan abad ke-20.
Pada 1948, untuk pertama kali diadakan penjualan langsung melalui “pesta Tupperware” untuk mempromosikan dan menjual merek ini ke sesama perempuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Sistem ini bekerja dengan sangat baik sehingga Tupperware akhirnya menarik produknya dari toko-toko.
Artikel Terkait
Mengapa Pria dengan Celana Sweater Abu-abu Bisa Membuat Hati Berdebar?
Lewat Pelatihan Ekspor UMKM Binaan BRI, Pengusaha Kecil Makin Pede Masuk Pasar Global
Baru Buka 500 Outlet, Kini Wendy’s Menutup 140 Tokonya yang Berkinerja Buruk
2 Pebisnis Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Asia’s Power Business Woman 2024, Ada Siapa Saja?
Ternyata Ini 7 Alasan Kenapa Pendapat Kamu Tak Didengar Orang Lain
Menteri Dikdasmen Akan Memakai Kurikulum Deep Learning Sebagai Kurikulum Baru. Para Guru Siap-Siap, Ya!
Jangan Sampai Kamu Lebih Mementingkan Pekerjaan daripada Hubungan, Ini 7 Tandanya!