Bagi Gen Z, Kripto Sudah Jadi Dompet Digital untuk Belanja Kebutuhan Sehari-hari. Apa yang Dibeli?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 21 Juli 2025 | 22:24 WIB
Ilustrasi: Gen Z mendominasi penggunaan kripto untuk belanja kebutuhan sehari-hari. (Pixabay/Kevin Tatchinda Fogue)
Ilustrasi: Gen Z mendominasi penggunaan kripto untuk belanja kebutuhan sehari-hari. (Pixabay/Kevin Tatchinda Fogue)

PejuangKantoran.comTransaksi keuangan dengan mata uang kripto semakin populer di berbagai kelompok masyarakat untuk pembelian sehari-hari dan transaksi bernilai tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa aset digital semakin matang melampaui perannya sebagai instrumen spekulatif.

Berdasarkan survei Bitget Wallet terhadap 4.599 pengguna dompet kripto di seluruh dunia, terdapat perbedaan mencolok tentang bagaimana penggunaan kripto antara Gen Z dan Gen X.

Baca Juga: Yang Bikin Yasmin Napper Harus Menangis di Series 'Cinta Dalam Sujudku'

Gen Z (usia 18–29 tahun) dikenal sebagai pengguna kripto paling aktif untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara generasi orang tua mereka, Gen X (usia 45 tahun ke atas) justru mendominasi transaksi keuangan dengan pembelanjaan bernilai besar.

Sebanyak 39% pengguna Gen Z mendominasi transaksi harian, dengan membelanjakan kripto untuk bermain game, dan 36% untuk belanja online dan untuk travelling.

Sedangkan generasi orang tua mereja, yaitu Gen X, sebanyak 40% menggunakan kripto untuk travelling, membeli produk digital, membeli rumah, atau mengakses layanan premium.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kripto bukan lagi sekadar alat spekulasi, melainkan sudah menjelma menjadi alat keuangan yang relevan di berbagai aspek kehidupan, lintas usia dan wilayah.

Kripto jadi "uang jajan" digital

Bagi Gen Z, kripto bukan hanya instrumen investasi, tapi sudah dianggap seperti dompet digital sehari-hari.
Tidak heran, mengingat Gen Z adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.

Baca Juga: Waspada! Meski Punya Tingkat Keterlibatan Kerja yang Lebih Tinggi, Pekerja WFH Juga Merasa Lebih Tertekan

Mereka cenderung lebih nyaman dengan sistem terdesentralisasi dan cepat mengadopsi inovasi baru. Fenomena ini juga menandai perubahan budaya: dari melihat kripto sebagai “aset masa depan” menjadi “alat pembayaran masa kini”.

Sedangkan Gen X umumnya memiliki aset lebih banyak dan pemahaman yang lebih matang tentang risiko pasar. Bagi mereka, kripto bukan sekadar alat transaksi, tetapi juga strategi diversifikasi kekayaan.

Gen X melihat kripto sebagai cara untuk melindungi nilai kekayaan dan alternatif dari sistem perbankan konvensional, terutama dalam transaksi berskala besar.

Tren Regional: Beragam, Tapi Sama-Sama Aktif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Cointelegraph, cointribune.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X