Hindari "Gaji Lewat" Dengan Membangun Financial Buffer Seperti Berikut Ini!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:40 WIB
fenmena  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
fenmena (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Yang sering jadi penyakit konsumtif: tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan.

  1. Beban utang yang tinggi

Cicilan dapat menghabiskan sebagian besar pendapatan, misalnya: kartu kredit, kredit kendaraan, kredit pemilikan rumah, pinjaman konsumtif atau pinjaman online (pinjol).

  1. Tidak memiliki anggaran (budget)

Tanpa perencanaan keuangan, seseorang sering kali tidak menyadari ke mana uangnya digunakan sehingga pengeluaran menjadi tidak terkendali.

  1. Tidak memiliki dana darurat

Pengeluaran tak terduga seperti biaya berobat, kehilangan pekerjaan, atau perbaikan kendaraan dapat langsung menghabiskan gaji dan memaksa seseorang menunggu gaji berikutnya.

Baca Juga: Saat Nilai Tukar Dollar AS Naik, Hindari Lifestyle Inflation. Lakukan Hal-Hal Bijak Berikut Ini

  1. Pendapatan tidak tetap

Pekerja lepas (freelancer), pekerja harian, atau pelaku usaha kecil sering mengalami fluktuasi pendapatan sehingga lebih rentan hidup dari satu pembayaran ke pembayaran berikutnya.

  1. Tanggung jawab keluarga

Menanggung anak, orang tua, atau anggota keluarga lain dapat membuat sebagian besar pendapatan habis untuk kebutuhan rumah tangga.

  1. Kurangnya literasi keuangan

Kurangnya pemahaman mengenai menyusun anggaran, menabung, berinvestasi, mengelola utang, mempersiapkan dana pensiun. Hal ini dapat meningkatkan risiko hidup paycheck to paycheck.

  1. Peristiwa hidup yang tidak terduga

Misalnya kehilangan pekerjaan, perceraian, sakit berkepanjangan, bencana alam, penurunan jam kerja.

Baca Juga: In This Economy, Hal Penting Apa yang Harus Kita Siapkan Biar Tabungan Tidak Boncos

Bagaimana Menghindari Gaji Lewat?

Menghindari kondisi paycheck to paycheck atau "gaji lewat" artinya harus membangun financial buffer (cadangan keuangan) sehingga pengeluaran tidak sepenuhnya bergantung pada gaji berikutnya.

Tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua orang. Strategi yang efektif bergantung pada penyebab utamanya: apakah karena pendapatan yang rendah, pengeluaran yang tinggi, utang, atau ketidakstabilan penghasilan.

Berikut langkah-langkah yang efektif untuk dilakukan:

1. Mengetahui pendapatan dan pengeluaran secara rinci. Self-monitoring seperti ini paling efektif dalam mengubah perilaku keuangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X