“Bisa dicek ke manajer aku, waktu-waktu kerja di masa produktif aku di dunia entertainment di mana sering tidak tidur syuting dan lain-lain.
“Tapi, ya sudah, tetap aku jalani karena ada kesadaran untuk mensyukuri bahwa kesempatan itu penting dan aku benar-benar bekerja keras!” katanya lagi.
Di sisi lain, Atiqah juga sangat disiplin dalam soal spending juga. Dengan tawaran pekerjaan yang banyak, yang artinya memberikan pemasukan yang besar, ia tetap tidak sembarang berbelanja secara berlebihan.
“Saya tuh orang yang pelit. Ini juga bisa ditanya lagi pada manajer saya. Ketika saya akan membeli sepatu mahal, saya akan tanya pada manajer, akan mendapat job apa saja ke depannya.
“Balik modal tidak? Kalau balik modal, oke, saya ambil sepatunya. Aku bukan tipe spender untuk barang-barang yang menurut aku tidak dibutuhkan. Aku menyikapinya dengan sudut pandang kebutuhan aku!”
Sekarang setelah berkeluarga, Atiqah bersyukur dari buah kerja kerasnya semasa belum menikah, sekarang ia bisa membagi waktu dan memberikan perhatian untuk keluarga.
“Aku beruntung karena memiliki pemahaman literasi keuangan yang cukup sejak muda, sehingga bisa mengelola keuangan dengan bijaksana,” kilah nominee Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop dari Festival Film Bandung untuk film Mantan Manten (2019) ini.
Baca Juga: Wealth Wisdom 2023 Ajak Masyarakat Melek Keuangan untuk Membangun Kekayaan Secara Holistik
Ia mengaku saat ini berada di titik yang lebih tenang karena bisa memiliki waktu dan mencurahkan perhatian untuk keluarga. “Itu adalah paid off dari kerja keras juga,” kilahnya.
Walaupun begitu, ia tidak mau takabur dengan menyatakan sudah sukses mengelola keuangan dengan baik.
“Nggak juga ya. Menurut aku, semua ini masih berproses. Untuk bisa menjalani harmonius life, kayaknya kita akan terus belajar dan berproses sampai kita tua.
"Itu on going process yang harus terus di-maintain!” pungkasnya. (Syanne Susita)