NRDC memperkirakan bahwa perangkat yang digunakan 24/7 (peralatan off, tapi kabel tetap dicolok) menghabiskan biaya rata-rata rumah tangga AS sekitar $165 setiap tahunnya.
Jumlah tersebut setara dengan $19 miliar listrik yang terbuang di seluruh negeri karena kita semakin menyadari bahwa pembangkitan energi sering kali berdampak buruk terhadap lingkungan.
Baca Juga: Apa Itu Gaya Hidup Frugal Living yang Banyak Dianut Orang Kaya? Benarkah Bikin Hidup Lebih Hemat?
3. Nyalakan AC kalau perlu
Untuk daerah tropis seperti Indonesia, AC jadi salah satu peralatan elektronik yang selalu menyala di rumah. Tentu saja ini bisa dimaklumi.
Namun, ada baiknya AC kamu nyalakan jika memang sedang dibutuhkan. Sebab, AC adalah salah satu peralatan listrik yang memerlukan daya listrik yang cukup besar.
Supaya lebih hemat listrik, lebih baik kamu mengandalkan ventilasi atau membuka jendela dan pintu lebar-lebar di siang hari agar sirkulasi udara lancar, sehingga suhu di dalam rumah lebih dingin.
4. Perangkat hemat energi
Saat ini, makin banyak peralatan listrik yang hemat energi. Tak hanya bola lampu, namun sudah banyak AC, kulkas, TV, hingga mesin cuci yang memiliki fitur hemat energi.
Meski harganya lebih mahal, setidaknya kamu akan menghemat biaya bulanan dalam jangka panjang. Jadi ini semacam investasi energi listrik.
Baca Juga: Gen Z Pewaris Energi Terbarukan, Pahami 2 Pesan Ini
5. Menggunakan Sistem On-Grid
Sistem on-grid adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terhubung ke jaringan listrik utama atau grid. Sistem ini menggunakan panel surya (biasanya dipasang di atap rumah) untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik.
Listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di dalam rumah atau bangunan, dan kelebihannya dapat disalurkan kembali ke jaringan listrik. Ini artinya, jika memasang sistem on-grid di rumah kamu, kamu juga akan megembalikan listrik hasil PLTS rumah ini ke PLN.