saving

Meski Ekonomi Global Bergejolak, BRI Catatkan Laba Rp13,8 triliun

Rabu, 30 April 2025 | 13:50 WIB
Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, BRI Catatkan Laba Rp13,8 Triliun (Bank BRI)

 

] PejuangKantoran.com - Menghadapi tekanan ekonomi global akibat memanasnya ketegangan geopolitik dan perang tarif internasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2025.

BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp13,8 triliun pada triwulan pertama tahun ini. Kinerja ini mencerminkan kekuatan strategi bisnis bank, yang konsisten menempatkan sektor UMKM sebagai prioritas utama.

Dalam konferensi pers kinerja keuangan Triwulan I 2025, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa walaupun perekonomian global masih dihantui ketidakpastian, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan berkat kuatnya konsumsi domestik. Ia menambahkan bahwa dampak dari perang tarif terhadap BRI diperkirakan tidak signifikan, mengingat porsi besar bisnis bank ditopang oleh aktivitas dalam negeri.

Selain menyalurkan kredit secara selektif dan berkualitas, BRI juga mencatatkan pertumbuhan aset hingga mencapai Rp2.098,23 triliun, tumbuh 5,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Total kredit yang disalurkan sebesar Rp1.373,66 triliun, dengan 82% di antaranya ditujukan untuk sektor UMKM. Melalui perluasan jaringan seperti AgenBRILink yang kini berjumlah 1,2 juta agen di lebih dari 67 ribu desa, BRI semakin memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok tanah air.

Baca Juga: Ini Kata-kata Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat ke Perawat Pribadinya

Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah (NPL) BRI berhasil ditekan menjadi 2,97%, menunjukkan peningkatan kualitas aset berkat penerapan manajemen risiko yang disiplin. BRI juga menjaga cadangan kerugian kredit dengan coverage ratio mencapai 200,60%, memberikan perlindungan yang memadai terhadap potensi risiko ke depan.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.421,60 triliun, dengan dominasi dana murah (CASA) sebesar 65,77%. Hal ini tak lepas dari meningkatnya penggunaan layanan digital seperti BRImo yang kini memiliki lebih dari 40 juta pengguna aktif, serta pertumbuhan ekosistem pembayaran digital melalui jaringan QRIS dan EDC di berbagai wilayah.

Baca Juga: Waspada Serangan Phishing Terbaru lewat Gmail: Menerima Email Seolah Langsung dari Google

Dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang mencapai 24,03% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,03%, BRI berada dalam kondisi keuangan yang sangat sehat. Direktur Keuangan & Strategi BRI Viviana Dyah Ayu menyebutkan bahwa BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.

Menutup pemaparan, Hery Gunardi menyatakan bahwa meskipun tantangan global masih besar, BRI optimis akan mampu terus berkembang.

Didukung jaringan luas, kekuatan sumber daya manusia, serta ekosistem nasabah yang besar, BRI siap menjalankan transformasi menuju universal banking—memperluas layanannya dari UMKM hingga korporasi besar, dan tetap menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan Indonesia.

Tags

Terkini